Oleh: Ustadz Ahmad Suryana
Yang tidak haram adalah gharar yang sedikit. Adapun gharar yang banyak maka pasti haramnya. Berikut 4 syarat gharar diharamkan :
1. Ghararnya banyak .
Gharar yang banyak mempengaruhi unsur Al qudroh 'ala At Taslim (kemampuan menyerahterimakan) objek jual beli. Maka jika kemungkinan dapat diserahterimakannya 50:50 maka ini termasuk Gharar yang besar. Apalagi yang succes rate-nya di bawah itu seperti keluarnya visa furoda. Contoh Gharar yang sedikit: jumlah butiran nasi pada satu porsi nasi bungkus. Artinya nilai gharar yang dapat diabaikan secara urf.
2. Gharar terletak pada akad utama.
Jika pada akad pengikut maka tidak haram. Contoh: jual beli janin hewan ternak adalah gharar tetapi menjual hewan ternak yang sedang hamil itu tidak gharar.
3. Gharar bukan pada objek jual beli yang membutuhkan adanya gharar.
Jual beli buah atau barang yang dimakan isinya seperti duren dan telur dibolehkan meskipun isinya masih gharar antara busuk atau tidak. Karena tidak mungkin ghararnya dihilangkan.
4. Gharar terdapat pada transaksi komersial
Jika terdapat pada transaksi sosial maka boleh. Contoh
bolehnya memberikan hadiah yang tersembunyi atau tertutup fisiknya seperti
kado.
[Disalin dari akun facebook beliau]
Komentar
Posting Komentar