Oleh: Ustadz Abu Sa'id Neno Triyono ath-Thighali
Allah ﷻ berfirman,
إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ
وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ
"Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka." [QS. Al-A'raf(7): 27]
Al-Imam Qurthubi رَحِمَهُ اللهُ dalam tafsirnya mengatakan,
قال بعض العلماء : في هذا دليل
على أن الجن لا يرون
"Sebagian ulama berkata, ‘ini adalah dalil bahwa Jin tidak dapat dilihat.’" -selesai-.
Yakni
maksudnya secara umum jin adalah makhluk yang tak kasat mata, sehingga kita
tidak bisa melihat keberadaan mereka, namun kita juga mendapatkan informasi
dari hadis-hadis Nabi ﷺ
terkait terlihatnya jin. Oleh sebab itu, para ulama berbeda pendapat mengenai
hal ini, yang telah diinventaris oleh DR. Abdul Karim dalam tesis magisternya
yang berjudul Alam al-Jin fi Dhoui
al-Kitab wa as-Sunnah, ada sekurang-kurangnya 4 pendapat ulama, sebagai
berikut :
1.
Kita
berpotensi bisa melihat jin ketika ia berubah wujud;
2.
Jin
hanya bisa dilihat oleh para Nabi;
3.
Jin
sama sekali tidak bisa dilihat;
4. Jin dalam wujud aslinya bisa berpotensi dilihat oleh selain Nabi.
Kemudian setelah beliau memaparkan dalil masing-masing pendapat di atas, beliau merajihkan pendapat yang mengatakan,
أن الحق مع الفريق الذي قال
بوقوع رؤيتهم للأنبياء مطلقًا ولغيرهم عند تمثلهم، وهو ما عليه الأكثرية من
العلماء
"Yang benar adalah sekelompok ulama yang mengatakan bahwa para Nabi dapat melihat jin secara mutlak (termasuk dalam wujud aslinya, pent.). Sedangkan selain para Nabi dapat melihatnya ketika jin bertransformasi kepada wujud lain dan ini adalah pendapat mayoritas ulama."
Di antara dalil yang menguatkan hal ini adalah Firman Allah ﷻ :
وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ
نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُونَ الْقُرْآنَ
"Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur’an." [QS. Al-Ahqaf(46): 29]
Dalam riwayat Shahih Muslim (no. 682 via EH) disebutkan kisahnya, di dalamnya Nabi ﷺ berkata,
أَتَانِي دَاعِي الْجِنِّ
فَذَهَبْتُ مَعَهُ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِمْ الْقُرْآنَ قَالَ فَانْطَلَقَ بِنَا
فَأَرَانَا آثَارَهُمْ وَآثَارَ نِيرَانِهِمْ
"Seorang dai dari kalangan jin mendatangiku, maka aku pergi bersamanya, lalu aku membaca Al-Qur'an di hadapan mereka.” Perawi berkata, “Lalu beliau beranjak pergi bersama kami untuk menunjukkan jejak-jejak mereka dan jejak perapian mereka."
Imam ibnul Arabi رَحِمَهُ اللهُ sebagaimana dinukil oleh asy-Syaikh dalam tesisnya di atas pernah berkata,
وليس يمتنع أن يراهم النبي ﷺ في صورهم كما يرى
الملائكة
"Tidaklah tertutup kemungkinan bahwa Nabi ﷺ melihat jin dalam wujud aslinya, sebagaimana Beliau ﷺ pernah melihat wujud asli Malaikat." -selesai-.
Adapun selain Nabi bisa melihat jin adalah jika jin telah bertransformasi dalam wujud lain, seperti manusia atau binatang sebagaimana dalam kisah masyhur yang terjadi pada Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ di mana beliau pernah bercerita,
وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ فَأَتَانِي آتٍ
فَجَعَلَ يَحْثُو مِنْ الطَّعَامِ فَأَخَذْتُهُ
"Rasulullah ﷺ menugaskanku menjaga harta zakat Ramadan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali...."
Sampai kemudian jin yang menyamar ini memberitahukan kepada Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ agar membaca ayat kursiy sebelum tidur agar tidak diganggunya lagi, lalu beliau sampaikan kepada Rasulullah ﷺ, lantas Beliau ﷺ menanggapi,
صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ
شَيْطَانٌ
"Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu setan." [HR. Bukhari No. 3033 via EH]
Dalam Shahih Muslim (no. 4151 via EH) jin bertransformasi dalam wujud ular, sebagaimana sabda Nabi ﷺ ,
إِنَّ بِالْمَدِينَةِ نَفَرًا
مِنْ الْجِنِّ قَدْ أَسْلَمُوا فَمَنْ رَأَى شَيْئًا مِنْ هَذِهِ الْعَوَامِرِ
فَلْيُؤْذِنْهُ ثَلَاثًا فَإِنْ بَدَا لَهُ بَعْدُ فَلْيَقْتُلْهُ فَإِنَّهُ
شَيْطَانٌ
"Sesungguhnya di Madinah terdapat sekelompok jin yang telah masuk Islam. Maka barangsiapa yang melihat sesuatu yang aneh dari ular-ular di dalam rumah, beri izinlah dia untuk tinggal selama tiga hari. Jika sesudah tiga dia masih nampak, maka bunuhlah. Karena dia adalah setan."
Kemudian terkait sebuah hadis yang menunjukkan bahwa selain Nabi, yakni dalam kisahnya Ammâr bin Yâsir رَضِيَ اللهُ عَنْهُ yang melihat jin dalam wujud aslinya, sebagaimana dibawakan oleh asy-Syaikh dalam riwayat Baihaqi di dalam kitabnya ad-Dala`in an-Nubuwwah, di mana Ammâr رَضِيَ اللهُ عَنْهُ berkata,
...أرسلني
رسول الله صلى الله عليه وسلم إلى بئر أستقي منها، فرأيت الشيطان في صورته....
"... Rasulullah ﷺ mengutusku ke sumur yang aku ambil airnya, lalu aku melihat setan dalam rupa aslinya...."
Maka selain sanadnya tidak shahih karena ada perawi majhul dan keterputusan sanadnya, juga dalam riwayat yang dicatat di kitab Majma'uz Zawa`id, lafazhnya adalah :
أرسلني إلى بئرِ بدرٍ فلقيت
الشيطانَ في صورةِ الإنسِ
"Rasulullah ﷺ mengutusku ke sumur Badar, lalu aku berjumpa dengan setan dalam rupa seorang MANUSIA...."
Oleh sebab itu, selain para Nabi, hanya bisa melihat penampakkan jin yang sudah bertransformasi ke bentuk lain, karena dalam wujud aslinya kita belum mendapatkan nash yang menunjukkan akan hal ini.
Wallahu
A'lam.
[Disalin dari akun facebook beliau]
Komentar
Posting Komentar