Pertanyaan:
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Barakallah
fikum.
Bagaimana umrohnya wanita dari Indonesia datang ke Madinah dalam keadaan haidh?
Jawaban:
Seorang wanita datang dari Indonesia ke Madinah untuk umroh namun mendapatkan haidh maka baginya tetap berihrom di Dzulhulaifah dan pergi ke mekkah tidak ikut thawaf dan sa’i. Ketika dia suci maka langsung melakukan tawaf dan sa’i sebagai rangkaian umrohnya. Sebagaimana dilakukan oleh Asma binti Umais رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا dalam hadits berikut,
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهَا قَالَتْ نُفِسَتْ أَسْمَاءُ بِنْتُ عُمَيْسٍ بِمُحَمَّدِ بْنِ أَبِي
بَكْرٍ بِالشَّجَرَةِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَبَا بَكْرٍ يَأْمُرُهَا أَنْ تَغْتَسِلَ وَتُهِلَّ
Dari Aisyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا, ia berkata, “Asma' binti 'Umais melahirkan Muhammad bin Abu Bakar di sebuah pohon di Dzulhulaifah, maka Rasulullah ﷺ pun memerintahkan kepada Abu Bakar untuk menyuruhnya mandi (janabat) lalu memulai ihram.” [HR. Muslim No.1209]
Berihrom tidak ada kaitannya dengan apakah dia suci atau tidak. Manakala orang aafaaqi ( آفاقي ) yang hidup di luar miqot seperti UAE, Indonesia dan lainnya maka ketika dia ingin umroh atau haji dan melewati miqot maka dia harus berniat ihrom.
(*) Ditanyakan oleh ustadz Zaki Abu Usaid dan dijawab oleh Syaikh Dr. Abdul Malik Ramadhani, Syaikh Dr. Sholih al Masy'ari, Syaikh Dr. Ahmad bin Abdillah al-Hanaai serta Syaikh Dr. Abdullah Abduh as-Syarifi حفظهم الله.
Semoga bermanfaat. Barakallah fikum
[Dikutip dari
akun facebook ustadz Zaki Rakhmawan Abu Usaid]
Komentar
Posting Komentar