Tidur Saudaranya Kematian

Oleh: Ustadz Abu Sa'id Neno Triyono حَفِظَهُ اللهُ

 

Rasulullah bersabda, 

ﺍﻟﻨَّﻮْﻡُ ﺃَﺧُﻮ ﺍﻟْﻤَﻮْﺕِ ، ﻭَﻻ ﻳَﻨَﺎﻡُ ﺃَﻫْﻞُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔ

“Tidur adalah saudaranya kematian, dan penduduk surga tidaklah tidur.” [HR. Thabrani, Bazzar dan selainnya, dishahihkan Imam Al Albani] 

FAWAID :

1. makna hadits diatas bahwa tidur adalah saudaranya kematian dikuatkan oleh Firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, 

اَللّٰهُ يَتَوَفَّى الْاَنْفُسَ حِيْنَ مَوْتِهَا وَالَّتِيْ لَمْ تَمُتْ فِيْ مَنَامِهَا   ۚ  فَيُمْسِكُ الَّتِيْ قَضٰى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَ يُرْسِلُ الْاُخْرٰٓى اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى    ؕ  اِنَّ فِيْ ذٰ لِكَ لَاٰیٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

“Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.” [QS. Az-Zumar(39): 42] 

2. Hendaknya berdoa sebelum tidur dengan doa-doa yang shahih dari Nabi memohon kebaikan kepada Allah, seandainya keesokan paginya tidak bisa bangun lagi, semoga ia diwafatkan di atas islam dan kebaikan. Karena amat dekatnya tidur dengan kematian, sebagaimana hubungan dekat di antara sesama saudara kandung. 

3. Hendaknya berdoa juga ketika bangun tidur dengan doa yang shahih dari Nabi , sebagai rasa syukur masih diberikan kesempatan bertaubat dari dosa-dosa dan menambah amal shalih serta kenikmatan-kenikmatan dari Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى. 

4. Penduduk surga tidak tidur sehingga full kehidupannya berada di atas kenikmatan -semoga kita semua dimasukkan kedalam Jannahnya, Aamiin-. 

5. Allah jadikan tidur kita sebagai karunia agar beristirahat dengan tenang. Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman, 

وَّجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا

“Dan Kami menjadikan tidurmu untuk istirahat.” [QS. An-Naba'(78): 9] 

وبالله التوفيق والهداية

[Disadur dari akun facebook beliau]

Komentar