Penduduk surga tidak tidur karena tidur adalah salah satu jenis kematian. Sedangkan tidak ada kematian lagi di surga. Dalam hadits dari Jabir bin Abdillah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Rasulullah ﷺ bersabda,
النوم أخو الموت، ولا ينام أهل
الجنة
“Tidur adalah saudaranya kematian, dan ahli surga tidak tidur.” [HR. Ath-Thabarani, (2/301). Dishahihkan Syaikh al-Albani dalam Silsilah Shahihah No.1087]
Sedangkan di surga tidak ada tidur dan tidak ada maut, juga tidak ada sakit, tua, resah dan gelisah, kesedihan, tidak ada buang air kecil, buang air besar, atau bau yang busuk.
Dari Jabir bin Abdillah ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ
يَأْكُلُونَ فِيهَا وَيَشْرَبُونَ، وَلَا يَتْفُلُونَ وَلَا يَبُولُونَ وَلَا
يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ
“Sesungguhnya penduduk surga, mereka makan dan minum di dalam surga, namun mereka tidak meludah, tidak kencing, tidak buang air besar, dan tidak mengeluarkan dahak.”
Para sahabat bertanya, ‘Lalu bagaimana nasib makanan di perut mereka?’
Jawab Nabi ﷺ,
جُشَاءٌ وَرَشْحٌ كَرَشْحِ
الْمِسْكِ، يُلْهَمُونَ التَّسْبِيحَ وَالتَّحْمِيدَ، كَمَا تُلْهَمُونَ النَّفَسَ
“Menjadi sendawa, dan keringat yang berbau misk. Mereka diilhami selalu bertasbih dan bertahmid, sebagaimana kalian selalu bernafas.” [HR. Muslim No.2835]
Sungguh indah surga Allah تَعَالَى, sungguh bahagia menjadi penghuninya. Semoga kami dan para pembaca sekalian dikumpulkan di surga Allah تَعَالَى.
Agar kita terus termotivasi melakukan ketaatan dan menjauhi maksiat untuk bekal meraih surga, caranya adalah dengan mengetahui keindahan-keindahan surga.
والله تعالى أعلم
[Melihat Surga Dari Dekat karya Syaikh Musthafa Al Adawi -ulama sunnah dari Mesir-]
Komentar
Posting Komentar