Syaikh Ibrahim Ar-Ruhaily حَفِظَهُ اللهُ ditanya,
Pertanyaan:
فضيلة الشيخ أحسن الله إليكم
Ada yang berkata bahwa semua kaum muslimin atau sebagian besar mereka adalah salafiyyin karena mereka semua ittiba' kepada Nabi ﷺ atau setidaknya menginginkan ittiba', namun mereka tidak satu derajat dalam ittiba'nya karena kadar ittiba'nya berbeda satu sama lain. Barang siapa yang kadar ittibanya besar maka dia adalah salafi yang sempurna dan barang siapa yang kadar ittiba'nya kecil, maka dia salafi yang tidak sempurna. Sebagaimana seorang mukmin ada yang sempurna imannya ada yang kurang. Apakah hal ini benar wahai Syaikh?
Jawaban:
Pertama kita konsep terlebih dahulu ungkapan “Seluruh kaum muslimin ittiba kepada Nabi ﷺ.” Apabila ittiba' ditinjau dari sisi perasaan maka seluruh kaum muslimin ittiba' kepada Nabi ﷺ. Akan tetapi ditinjau dari realita, hal ini tidak benar.
Di antara kaum muslimin ada yang tidak ittiba' kepada Nabi ﷺ walaupun lisannya mengucapkan,
أشهد أن لا إله إلا الله وأشهد
أن محمدا رسول الله
Di antara kaum muslimin ada yang berkata, “Metodeku dalam beragama adalah dengan dzauq dan wajd (perasaan dan deteksi hati. Istilah pada kaum sufi).” Apakah mereka ini ittiba' kepada Nabi ﷺ? Tidak!!
Di antara mereka ada yang berkata, “Caraku dalam beragama adalah apa saja yang dikatakan Imam Ahlil Bait yang ma'shum.” Apakah mereka ittiba'?
Ada kaum muslimin yang berkata, “Cukup bagi kami al-Qur'an dan kita tidak butuh kepada Sunnah.” Apakah dia mengikuti Nabi ﷺ? Tidak!!
Ada kaum muslimin yang berkata, “Guruku tidak pernah salah, apabila hadits bertentangan dengan pendapat guruku maka perkataan guruku didahulukan.” Apakah orang ini ittiba'?
Oleh karena itu, apabila ittiba adalah dengan perasaan, maka setiap muslim memiliki sikap itu. Namun apabila ditinjau dari realita, tidaklah setiap muslim mengikuti Nabi ﷺ. Ada yang muttabi' (mengikuti), ada yang mubtadi'.
Dan mubtadi' (ahli bid'ah) pun bertingkat-tingkat, tidak pada derajat yang sama. Ada yang musyrik, ada yang di bawahnya. Di antara mereka ada yang mengetahui kebenaran yaitu zindiq (munafiq) yang ingin merusak agama. Di antara mereka ada yang disesatkan dan terkena syubhat. Mereka tidak pada tingkatan yang sama.
Adapun muttabi' salafi, maka mereka adalah Ahlus Sunnah. Iya, sebagaimana yang engkau katakan di antara mereka ada yang kabiir (teliti; mengetahui sedetil-detilnya; besar) dan shagiir (kecil). Akan tetapi tidak masuk dalam bagian ahli bid'ah. Ahli bidah tidak ada yang kibar dan shigar dalam ittiba'. Akan tetapi mereka adalah ahli bidah yang tidak mengikuti sunnah.
والله
أعلمُ بالـصـواب
Soal Jawab Dauroh Batu
Senin, 8
Agustus 2022
10 Muharram 1444 H.
∼ Ustadz Dika
Wahyudi Lc حَفِظَهُ اللهُ ∼
[Disalin dari
akun FB beliau]
Komentar
Posting Komentar