Oleh: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray حَفِظَهُ اللهُ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ
الرَّحِيمِ
Segera bayar hutang hukumnya wajib, dan menundanya padahal sudah mampu bayar hukumnya haram, dan membeli sesuatu yang bukan kebutuhan pokok bukanlah darurat, sehingga tidak membolehkan yang haram.
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَطْلُ الغَنِيِّ ظُلْمٌ
“Penundaan bayar hutang oleh orang yang mampu adalah kezaliman.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ]
Hutang Akan Dibawa Mati
Rasulullah ﷺ bersabda,
نفسُ المؤمنِ معلَّقةٌ بِدَينِه
حتَّى يُقضَى عنهُ
“Jiwa seorang mukmin tertahan dengan hutangnya sampai hutangnya tersebut dibayarkan.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Shahih At-Tirmidzi No.1078]
Sang Mujahid yang Mati Syahid pun Tertahan
Rasulullah ﷺ bersabda,
والذي نفسي بيدِه، لو أن رجلًا
قُتِلَ في سبيلِ اللهِ، ثم أُحْيِىَ، ثم قُتِلَ، ثم أُحْيِىَ، ثم قُتِلَ، وعليه
دَيْنٌ، ما دخَلَ الجنةَ حتى يُقْضَى عنه دَيْنُه
“Demi (Allah) yang jiwaku ada di tangan-Nya, andai seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan kembali, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), kemudian dihidupkan lagi, kemudian terbunuh lagi (di jalan Allah), dan dia masih punya hutang, maka ia tidak akan masuk surga sampai hutangnya dibayar.” [HR. An-Nasaai dari Abdullah bin Jahsy رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Shahih An-Nasaai No.4688]
Dua Jenis Orang yang Tidak Bayar Hutang
Rasulullah ﷺ bersabda,
الدَّيْنُ دَيْنَانِ فَمَنْ
مَاتَ وَهُوَ يَنْوِي قَضَاءَهُ فَأَنَا وَلِيُّهُ وَمَنْ مَاتَ وَلَا يَنْوِي
قَضَاءَهُ فَذَلِكَ الَّذِي يُؤْخَذُ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ يَوْمَئِذٍ دِينَارٌ
وَلَا دِرْهَمٌ
“Hutang itu ada dua bentuk, barangsiapa yang mati dalam keadaan berniat melunasi hutangnya maka aku adalah walinya, dan barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak berniat melunasinya maka itulah yang akan diambil kebaikan-kebaikannya pada hari kiamat, yang ketika itu tidak bermanfaat lagi dinar dan dirham.” [HR. Ath-Thabarani dari Ibnu Umar ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, Shahihul Jaami’ No.3418]
Doa Agar Mampu Bayar Hutang
Dari Sahabat yang Mulia Ali bin Abi Thalib رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ,
أنَّ مُكاتبًا جاءَهُ فقالَ :
إنِّي قد عَجزتُ عَن مكاتبتي فأعنِّي ، قالَ : ألا أعلِّمُكَ كلِماتٍ علَّمَنيهنَّ
رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ لو كانَ عَليكَ مثلُ جَبلِ صيرٍ دينًا
أدَّاهُ اللَّهُ عَنكَ ، قالَ : قُل : اللَّهمَّ اكفني بِحلالِكَ عن حرامِكَ ،
وأغنِني بِفَضلِكَ عَمن سواكَ
“Bahwasanya seorang budak yang punya hutang pembebasan dirinya datang kepada beliau (Ali bin Abi Thalib) seraya berkata, ‘Sungguh aku tidak sanggup untuk melunasi pembebasanku maka bantulah aku.’
Ali bin Abi Thalib berkata, ‘Maukah kamu aku ajarkan doa yang Rasulullah ﷺ ajarkan kepadaku, yang dengan doa ini seandainya kamu punya hutang sebesar gunung maka Allah akan menolongmu untuk melunasinya?’
Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Bacalah,
اللَّهمَّ اكفني بِحلالِكَ عن
حرامِكَ ، وأغنِني بِفَضلِكَ عَمن سواكَ
Allaahummak-finiy bihalaalika 'an haroomika, wa aghniniy bi fadhlika 'amman siwaak
'Ya Allah cukupkan aku dengan apa yang Engkau Halalkan hingga aku tidak butuh dengan apa yang Engkau haramkan. Ya Allah cukupkan aku dengan karunia-Mu hingga aku tidak membutuhkan selain-Mu’.” [HR. At-Tirmidzi, Shahih At-Tirmidzi No.3563]
وبالله التوفيق وصلى الله على
نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Referensi:
1.
https://www.facebook.com/286395654843257/posts/2242499895899480/
2.
https://www.instagram.com/p/CfWKJq_P2ZV/
3. WAG Kajian Islam - Ikhwan 28
Komentar
Posting Komentar