Oleh: Ustadz Wira Mandiri Bachrun حَفِظَهُ اللهُ
Di dalam al-Qur’an, Allah ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ berfirman,
لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ
بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا
“Allah tidak menyukai ucapan buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” [QS. an-Nisa'(4): 148]
Ibnu Abbas رَضِيَ اللهُ عَنْهُ menafsirkan ayat ini dengan rukshoh bagi orang yang dizalimi untuk mendoakan keburukan bagi yang menzaliminya. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir]
Rasulullah ﷺ mengatakan bahwa di antara doa yang terkabul adalah doa orang yang dizalimi,
ثلاث دعوات لا ترد منها... دعوة
المظلوم
“Ada tiga doa yang tidak tertolak.. di antaranya doa orang yang dizalimi.”
Beliau ﷺ juga mengatakan,
فاتق دعوة المظلوم فإن ليس
بينها و بين الله حجاب
“Khawatirlah dengan doa yang terzalimi, karena tidak ada hijab antara dia dengan Allah.”
Perbuatan mendoakan kejelekan kepada orang zalim pun dilakukan oleh para salaf. Banyak sekali riwayat dalam hal ini.
Kisah yang ma'ruf dari Sa’ad bin Abi Waqqash رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ketika dia difitnah oleh sebagian orang, maka beliau mendoakan..
أطل عمره أطل فقره و عرضه
بالفتن
“Panjangkan usianya, panjangkan kefakirannya, dan hadapkan dia dengan ujian demi ujian...”
Said bin Zaid رَضِيَ اللهُ عَنْهُ yang dituduh oleh seorang wanita mencaplok tanahnya, dia doakan agar sang wanita dibutakan matanya dan dimatikan di atas tanahnya.
Said bin Jubair رَحِمَهُ اللهُ juga pernah mendoakan kejelekan kepada al Hajjaj bin Yusuf.
Dan ketauhilah bahwa semua doa mereka dikabulkan oleh Allah ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ sebagaimana janji-Nya.
Ini harusnya menjadi peringatan bagi semua agar tidak bermudah-mudah bermain dengan kehormatan orang lain, apalagi di medsos yang bisa dibaca banyak orang.
والله تعالى أعلم
[Disalin dari akun FB beliau]
Komentar
Posting Komentar