Status Penganut Takfir ‘Adzir (Mengafirkan Pemberi Uzur)

Syaikh Muhaddits Sulaimah bin Nashir al-‘Ulwan fakallahu asrah berkata, 

ﻣﻦ ﻳﻘﻮﻝ ﺃﻥ ﻣﻦ ﻳﻌﺬﺭ ﺑﺎﻟﺠﻬﻞ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻙ ﺍﻷﻛﺒﺮ ﻟﻴﺲ ﺑﻤﺴﻠﻢ ﻫﺬﺍ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻭﺍﻟﻀﻼﻝ ﻭﻻ ﻳﺴﻤﻰ ﻋﺎﻟﻤﺎ ﺑﻞ ﻭﻻ ﻃﺎﻟﺐ ﻋﻠﻢ ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻘﻮﻝ ﻫﻮ ﻗﻮﻝ ﺍﻟﺨﻮﺍﺭﺝ ﻭﺍﻟﻤﻌﺘﺰﻟﺔ

“Barang siapa yang berpendapat bahwa orang yang menguzur jahil dalam syirik akbar tidak dinamakan muslim, dia termasuk orang yang bodoh dan sesat serta tidak pantas disebut sebagai orang alim dan tidak pula disebut penuntut ilmu. Pendapat dia ini adalah pendapat Khawarij dan Mu'tazilah.” 

Syaikh Muhaddits ash-Shadiq bin ‘Abdillah al-Hasyimi حَفِظَهُ اللهُ berkata, 

تكفير العاذر هو تكفير بغير مكفر بل هو تكفير بالطاعة المجمع عليها من الصحابة رضي الله عنهم فإن التزم العبد ذلك بعد البيان له فهو من الخوارج الأقحاح

“Takfir ‘adzir (mengafirkan penguzur/pemberi uzur) adalah mengafirkan sesuatu yang bukan kekafiran, bahkan ini malah mengafirkan pelaku ketaatan yang disepakati oleh sebagian sahabat رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ. Jika seseorang mengiltizami (meyakini; berkomitmen) pendapat ini setelah diberi penjelasan, maka orang itu tergolong Khawarij murni.” 

Syaikh Walad Muhammad al-Hajj al-Ifriqi حَفِظَهُ اللهُ berkata, 

قول الحازمي في تكفير العاذر للقبوريين بالجهل قبل بلوغ الحجة ثم تكفير من لم يكفر العاذر على خلاف إجماع الأمة ، وأنه قول بدعي محدث هو من جنس قول معتزلة بغداد

“Pendapatnya (Ahmad) al-Hazimi yang mengafirkan 'adzir (orang yang mengudzur) terhadap Quburiyyun yang belum sampai kepada mereka hujah dan juga vonis kafirnya al-Hazimi terhadap orang yang tidak mengafirkan  'adzir, menyelisihi ijma' umat Islam dan pendapatnya itu merupakan pendapat bid'ah muhdats, persis dengan pendapat Mu‘tazilah Baghdad.” 

‘Allamah Mujahid ‘Athiyyatullah al-Libi رَحِمَهُ اللهُ berkata, 

فهم (الخوارج) يقولون لا عذر بالجهل في أصل التوحيد، ويجعلون نفس اعتقاد ذلك من أصل التوحيد، فمن لم يعتقد ذلك كان كافراً عندهم، يعني أن من خالفهم في مسألة العذر بالجهل فهو كافرٌ خارج من ملة الإسلام،

“Mereka (khawarij) berpendapat tidak adanya uzur karena kebodohan dalam  pokok tauhid, lalu mereka menjadikan keyakinan terhadap doktrin tersebut sebagai pokok tauhid juga, maka barang siapa tidak meyakini doktrin tersebut, menurut mereka adalah orang yang telah kafir. Maksudnya, siapa yang berbeda pendapat dengan mereka dalam perkara uzur karena kebodohan adalah orang yang kafir dan keluar dari agama Islam.” 

والله تعالى أعلم

[Jawabu Sual fil Jihad ad-Daf‘i, hlm. 16 sebagaimana kami nukil dari akun FB ustadz Muhammad Hudzaifah al-Jawi حَفِظَهُ اللهُ]

Komentar