Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Tidak diragukan, membaca dan mentadabburi al-Qur’an itu lebih afdhal karena al-Qur’an diturunkan untuk itu,
كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ
مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka merenungkan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran (yang baik).” [QS. Shad(38): 29]
Para ulama dan salaf, mereka membaca dan mengkhatamkan al-Qur’an berkali-kali itu bukan sekedar membaca saja melainkan dengan mentadabburinya juga. (Sehingga) para ulama paham bahasa Arab dan mengerti kalimat per kalimat. Al-Qur’an itu kalau dari keindahannya, seseorang itu bila dia baca cepat pun makna (al-Qur’an)nya bisa tetap mengalir di dalam jiwanya.
Tapi tidak diragukan bila seseorang membaca dengan pelan, tadabbur, itu lebih banyak (manfaatnya). Tapi kalau misalnya dia membaca lebih cepat karena ada target untuk bisa cepat membaca maka itu adalah hal yang baik.
Hal ini dimaklumi karena di masa Umar bin Khaththab ketika beliau mengumpulkan umat untuk kemudian diimami oleh Ubay bin Ka’ab رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, mereka mengkhatamkan al-Qur’an. Sebagaimana Nabi ﷺ, beliau mengkhatamkan al-Qur’an kepada Jibril عليه السلام setiap tahun satu kali. Dan sebelum wafat beliau, malah dua kali.
Jadi dimaklumi bahwa di masa Nabi ﷺ, sudah ada shahabat-shahabat yang khatam di tiap malam seperti Abdullah bin Amr bin Ash ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ. Dan dimaklumi dari Utsman bin Affan رَضِيَ اللهُ عَنْهُ setelahnya bahwa beliau membaca al-Qur’an dan mengkhatamkannya setiap malam.
Dan ini mungkin terkait dengan sebagian orang dan di keadaan khusus. Tapi Nabi ﷺ memberikan ketentuan bahwa seseorang itu jangan membaca al-Qur’an kurang dari 3 hari. Ini maksudnya selain di bulan Ramadhan. Tapi kalau Ramadhan, dia adalah bulan yang memang memberikan kesempatan untuk membaca al-Qur’an karena penuh keutamaan. Makanya dikhatamkan dalam sehari pun tidak masalah. Tapi bukan khatam dengan membaca saja, mulut komat-kamit tanpa ada hubungan dengan hatinya,maka tidak benar dengan cara seperti itu. Tapi dia harus perhatikan dari kandungan maknanya.
Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya.
[Disadur dari
https://youtu.be/anhMX0t71xw ]
Komentar
Posting Komentar