Waktu Disyariatkannya Mengangkat Tangan Saat Berdoa

Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ

 

Ada tempat-tempat dimana Nabi memberi contoh untuk mengangkat tangan saat berdoa seperti pada shalat istisqa, ini jelas ada tuntunannya dari Nabi secara langsung. 

Ada tempat-tempat yang memang Nabi tidak memberi contoh untuk mengangkat tangan di situ seperti dzikir di belakang (setelah) shalat, doa yang diajarkan Nabi ketika berdoa di belakang shalat, dan seluruh riwayat yang menerangkan bacaan doa tersebut, tidak ada penyebutan mengangkat tangan. Seperti misalnya doa masuk WC, Nabi tidak pernah mengajarkan untuk mengangkat tangan maka itu jelas tidak mengangkat tangan. 

Maka secara umum, doa itu pada posisi mengangkat tangannya ada keutamaan. Mengangkat tangan itu dari sebab doa dikabulkan. Dari Salman al-Farisi رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Rasulullah bersabda, 

إِنَّ رَبَّكُمْ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَيِىٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحْيِى مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ يَدَيْهِ إِلَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفْرًا

“Sesungguhnya Rabb-mu (Allah) Maha Pemalu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya (yang berdoa dengan) mengangkat kedua tangannya kepada-Nya kemudian Dia menolaknya dengan hampa.” [HR. Abu Dawud No.1488, at-Tirmidzi No.3556, Ibnu Majah No.3865 dan Ibnu Hibban No.876. Pada sanadnya ada perawi yang bernama Ja’far bin Maimun, ada kelemahan pada riwayatnya, akan tetapi hadits ini memiliki banyak jalur periwayatan yang saling menguatkan. Hadits ini dinyatakan shahih oleh Ibnu Hibban, Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (11/147), Ibnul Qayyim dan Syaikh al-Albani (Mukhtasharul ‘Uluw, hlm.75), sebagaimana kami kutip dari laman https://almanhaj.or.id/3626-al-hayiyyu-yang-maha-pemalu.html] 

Dicari pada tempat-tempat yang di situ memang ada keluasan boleh atau tidak perlu mengangkat tangan. Misalnya antara adzan dan iqomat, ketika melakukan perjalanan maka dia boleh mengangkat tangan untuk berdoa. 

Adapun pada sebagian tempat ada silang pendapat di tengah para ulama seperti misalnya di qunut, apakah mengangkat tangan atau tidak. Hadits-hadits yang menjelaskan tentang mengangkat tangan ada kelemahan tapi bagi siapa yang ingin mengangkat tangan itu tidak ada masalah, diperbolehkan. 

Terkait doa khatam al-Qur’an, apakah mengangkat tangan atau tidak kalau dia mengkhatamkan al-Qur’an di dalam shalat tarawih? Ini dibangun di atas pendapat Imam Ahmad yang beramal dengan amalan penduduk Mekkah dengan hal tersebut, apakah mengangkat tangan atau tidak maka kalau dia mengangkat tangan, tidak masalah di dalam berdoa, sebab berada dalam posisi yang memang tidak begitu tampak tentang larangannya. 

Jadi asalnya berdoa dengan mengangkat tangan itu adalah hal yang dianjurkan. 

Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya. 

[Dikutip dari https://youtu.be/3BjVqsqxAp8 ]

Komentar