Takwil Mimpi

Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ

 

Takwil mimpi itu ada dan sampai sekarang masih ada dan itu adalah ilmu serta anugerah dari Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى, ada kaidah-kaidahnya, dasar-dasarnya, patokan-patokannya, hanya untuk sampai kepada hakikat di situ. Itulah pemahaman, (yakni) anugerah yang Allah berikan (dengan) berbeda-beda. 

Karena itu pernah datang kepada Ibnu Sirin رَحِمَهُ اللهُ, seseorang yang bertanya ketika dia melihat dirinya sedang adzan, maka Ibnu Sirin berkata, “Kamu akan haji atau umrah.” Datang lagi seseorang yang bertanya bahwa dia melihat dirinya sedang adzan, maka Ibnu Sirin berkata, “Kamu akan mendapatkan masalah yang kurang bagus bagimu.” 

Ini (perkaranya) sama-sama melihat dirinya sedang adzan tapi jawabannya berbeda, kenapa? Itu dilihat dari kondisinya karena adzan di dalam al-Qur’an disebutkan, 

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ

“Dan umumkanlah kepada manusia untuk mengerjakan haji!” [QS. al-Hajj(22): 27] 

Jadi (adzan) ada yang terkait dengan haji. Ada juga adzan di kisah Nabi Yusuf عليه السلام, 

ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا ٱلْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَٰرِقُونَ

“Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, ‘Hai kafilah, sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang mencuri’.” [QS. Yusuf(12): 70] 

Jadi ini terkait yang mencuri. Sehingga pada orang yang pertama, Ibnu Sirin melihatnya bahwa orang ini baik, shalih maka beliau berkata bahwa ia akan berhaji atau umrah. Untuk orang kedua, beliau melihat bahwa orang tersebut kurang bagus maka Ibnu Sirin berkata bahwa ia mungkin akan mendapatkan hal yang kurang baik. 

Itu fiqih namanya, ada ilmunya, itu dibahas rinci sebenarnya di dalam penafsiran tentang mimpi-mimpi yang ada di sini terkait mengapa bisa tkwilnya seperti itu? Ini ada kaidah-kaidahnya. 

والله تعالى أعلم

[Dikutip dari https://youtu.be/q1WVY4AfOH4 ]

Komentar