Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Pertama, kita bersyukur kepada Allah yang memberi hidayah untuk bertaubat, untuk mengetahui kesalahan kita sehingga dengannya dapat kembali dekat kepada Allah. Ini nikmat yang besar dan lebih berharga dari dunia dan segala isinya sehingga patut disyukuri dan dijaga.
Kedua, seseorang itu kalau dia jatuh di dalam hal yang diharamkan dan jenis keharamannya dari cara atau arah dia menghasilkannya, kemudian apabila dia sudah bertaubat darinya maka taubatnya itu sudah menghapus apa yang telah lalu, harta yang sudah terlanjur di tangannya tetap sah menjadi miliknya.
Karena di pembahasan riba, orang yang terkena riba ini berada pada kategori keliru dari cara menghasilkan. Orang yang telah sampai kepadanya nasihat kemudian dia berhenti dan bertaubat maka Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman,
فَمَن
جَآءَهُۥ مَوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ فَٱنتَهَىٰ فَلَهُۥ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُۥٓ
إِلَى ٱللَّهِ ۖ
“Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah.” [QS. al-Baqarah(2): 275]
Cuma memang, betul (bentuk) dari kesempurnaan taubat itu, dia harus menjelaskan, sebagaimana firman Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى,
إِلَّا
ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ
رَّحِيمٌ
“Kecuali orang-orang yang bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (dirinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS. an-Nur(24): 5]
Di sebagian ayat,
وَبَيَّنُوا۟
“.. dia terangkan.”
[Sebagaimana dalam surah al-Baqarah(2) ayat 160,
إِلَّا
ٱلَّذِينَ تَابُوا۟ وَأَصْلَحُوا۟ وَبَيَّنُوا۟ فَأُو۟لَٰٓئِكَ أَتُوبُ عَلَيْهِمْ
ۚ وَأَنَا ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ
“Kecuali mereka yang telah taubat dan mengadakan perbaikan dan menerangkan (kebenaran), maka terhadap mereka itulah Aku menerima taubatnya dan Akulah Yang Maha Menerima taubat lagi Maha Penyayang.” ]
Tapi kalau ada hal yang harus dia perbaiki atau terangkan agar manusia tidak mengikuti di dalamnya maka itu bagian dari taubat, harus dia lakukan agar tidak menjerumuskan orang untuk terjatuh di dalamnya. Kalau sudah dia lakukan hal tersebut, sisanya dia serahkan kepada Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى.
Semoga Allah memberi ampunan dan taubat kepada kita semua, والله تعالى أعلم.
[Dikutip dari https://youtu.be/ CXTFBSDzTIk ]
Komentar
Posting Komentar