Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Ini masalahnya, kenapa ahlul bid’ah itu lebih didengar ucapannya karena dia mungkin punya penampilan yang bagus di sudut-sudut tertentu namun hal tersebut untuk menarik manusia untuk suka kepadanya. Karena itu sepakat ulama salaf tentang kewajiban menjauhi ahlul bid’ah karena salah satu bahayanya seperti itu.
Al Imam Abdurrazaq bin Hammam ash-Shan'ani memiliki pemikiran syiah yang dipengaruhi oleh gurunya Ja’far bin Sulaiman ad-Daba’i. Beliau kalau dilihat dari biografinya adalah perawi ahsanul hadits, haditsnya hanya berada pada tahapan hasan dan hapalannya bukan masuk ke tingkatan yang diandalkan yakni berada di pertengahan. Pautannya jauh sekali dengan Abdurrazaq yang hafidz khabir seorang hafidz yang luas keilmuannya. Tetapi kenapa bisa terpengaruh dengan gurunya Ja’far bin Sulaiman ad-Daba’i? Disebutkan dalam biografinya bahwa Abdurrazaq tertarik kepada wibawa gurunya.
Terlihat pada sebagian ahlul bid’ah itu jika berdebat dengan orang itu masya Allah bisa tenang, senyum ketika diskusi meskipun lawannya sudah marah-marah, padahal dia ahlul bid’ah yang membolehkan tawasul di kuburan, meminta hajat kepada penghuni kubur, membawa syubhat-syubhat untuk hal itu, pakai imamah rapi sekali.
Karena itulah sudut bahayanya. Kenapa Nabi ﷺ dan para ulama sepakat untuk menghindari majelis-majelis orang yang seperti ini? Sebab itu bisa membahayakan hati, seperti yang dkatakan oleh para ulama (seperti Imam adz-Dzahabi),
القُلُوْبَ ضَعِيْفَةٌ،
وَالشُّبَهُ خَطَّافَةٌ
“Sesungguhnya hati itu lemah dan syubhat (senantiasa) menyambar-nyambar.” [Siyar A'lamin Nubala, (7/261)]
Maka jangan sok jagoan, tidak masalah bila mendengarkan, merasa kuat berada dalam majelis mereka. Jangan masuk ke dalam hal yang bisa membahayakan diri sendiri. Karena itu dikatakan, “Keselamatan hati tidak bisa dinilai dengan sesuatu apapun.”
Kadang ada sebagian ustadz ketika ditanya hukum berdebat dengan ahlul bid’ah, mereka memberikan rincian, ditanya hukum duduk dengan ahlul bid’ah maka mereka menerangkan dengan rincian, ini tidak cocok bila dijawab dengan cara itu untuk orang umum karena untuk orang umum jawaban yang paling tepat adalah menghindari ahlul bid’ah dan mencari keselamatan diri. Kalau dengan rincian maka rincian tersebut hanya bisa dipahami oleh para penuntut ilmu karena sudah mempunyai dasar ilmu sehingga tidak masalah sebab bisa dia amalkan. Tapi bagi orang umum, kita nasihatkan dan selamatkan mereka dan jangan memasukkan ke dalam hal yang bisa membahayakannya.
Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya. والله تعالى أعلم.
[Dikutip dari
https://youtu.be/FR0EyrquIRc ]
Komentar
Posting Komentar