Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Perlu diketahui bahwa adab itu bagian dari ilmu, jadi tidak mungkin ada adab dan akhlaq yang tidak berasal dari ilmu. Karena Nabi ﷺ diutus untuk membawakan ilmu kepada manusia, sebagaimana sabda beliau,
إِنَّمَا بُعِثْتُ ِلأُتَمِّمَ
صَالِحَ اْلأَخْلاَقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlaq yang mulia.” [HR. Bukhari dalam al-Adabul Mufrad No.273 (Shahiihul Adabil Mufrad No.207), Ahmad (II/381), dan al-Hakim (II/613), dari Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilatul Ahaadiits ash-Shahiihah No.45]
Jadi kalau ada sebagian ucapan yang dinisbatkan kepada misalnya Syaikh Abdul Qadir Jailani رَحِمَهُ اللهُ seorang ulama shalih yang sayangnya banyak dari orang-orang sufi menisbatkan kedustaan-kedustaan kepada beliau, andaikata ucapan itu dinisbatkan kepada beliau maka maknanya berada pada kondisi tertentu yakni ketika orang belajar ilmu tapi dia tidak beramal dengan ilmunya sehingga tidak tampak adab dan akhlaq para penuntut ilmu. Bahkan mungkin itu maksud yang diinginkan.
Jadi kalau ada yang mengarahkannya untuk belajar adab saja, yang penting akhlaqul karimah, rukun Islam itu dipelajari sedikit saja yang penting akhlaqnya diperbanyak, maka ini ucapan kaum munafiqin yang tidak paham tentang ilmu agama.
Justru pondasi agama itu rukun Islam, tidak sah keislamannya kecuali dengan itu. Rukun Iman dan Islam itu dasar, bagian dari akhlaq, dakwahnya para nabi dan rasul. Cuma di masa sekarang ini ada sejumlah kaum munafiqin yang memang ingin menjauhkan manusia dari agama karena itu muncul ucapan-ucapan seperti itu.
Dan kalau diperiksa, orang-orang yang mengucapkan, “Yang penting akhlaqnya mulia,” mungkin dia justru tidak punya akhlaqnya yakni keluar darinya ucapan-ucapan yang tidak menunjukkan akhlaq yang mulia, perbuatan-perbuatan yang kalau ditimbang bukan merupakan akhlaq yang mulia. Maka semoga Allah memberi hidayah kepada orang-orang yang kadang seharusnya kalau terjadi masalah di sebuah negeri itu diobati dengan hal yang membawa kebaikan, diselesaikan dengan cara yang baik, bukan membuat polemik dan menjatuhkan manusia saling mencela orang yang belajar ilmu, direndahkan kedudukannya, serta dikatakan kepadanya kurang beradab dan sebagainya, itu merupakan hal-hal yang tidak baik.
Oleh karena itu jika ingin beradab dengan adab yang benar, caranya adalah perbaiki niatnya, jika ingin menegur kesalahan maka tegurlah dengan cara yang baik dan mencerahkan.
Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya.
[Dikutip dari
https://youtu.be/9tuZRupqxR4 ]
Komentar
Posting Komentar