Karena Wanita Kami Sangat Istimewa

Oleh: Ustadz Dr. Musyaffa Ad Dariny, MA حَفِظَهُ اللهُ

Dewan Pembina Yayasan Risalah Islam

 

Sebagian orang, menganggap bahwa Islam sangat membelenggu kaum wanita. 

Buktinya:

Dalam berpakaian di luar rumah mereka harus mengenakan jilbab dan pakaian yang menutup hampir 100% tubuhnya. 

Terlihat logis. Namun, sebenarnya ada sisi lain yang tidak mereka lihat atau sengaja mereka sembunyikan.

Coba anda renungkan beberapa hal berikut ini: 

1.   Yang memerintahkan muslimah berjilbab adalah Allah تَعَالَى, 

هَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [QS Surat Al-Ahzab(33): 59] 

Dia yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Maha Bijaksana dan Maha Tahu maslahat hamba-Nya. Pantaskah Tuhan yang demikian, menginginkan keburukan dari kebijaksanaan-Nya untuk hamba-Nya? 

Bahkan Nabi telah menyabdakan, bahwa kasih sayang Allah kepada hamba-Nya jauh lebih dahsyat, daripada kasih sayang seorang ibu kepada anak kecil yang disusuinya. [HR. Bukhari No.5999, Muslim No.2754] 

Anda tentu yakin semua perintah ibu, pasti untuk kebaikan anda, tidak mungkin bertujuan buruk. 

Begitu pula Allah, bahkan Dia jauh melebihi ibu Anda. Ketika Dia memerintahkan jilbab, tentu yang Dia inginkan kebaikan, bukan keburukan. 

2.   Lihatlah alam sekitar anda, semua benda yang ditutupi pasti akan terjaga dan terlindungi dengan baik. 

Ini adalah salah satu sisi kebaikan yang Allah inginkan dari syariat jilbab. 

Lihatlah bagaimana permen harus selalu terbungkus dengan sempurna, agar terjaga baik dan bersih. Bahkan saat terjatuh ke tanah, dia akan tetap terjaga baik. Coba bayangkan bila dia terbuka tanpa penutup, tentunya tidak lama akan lusuh, kotor, pudar, dan rusak, bahkan walaupun belum jatuh ke tanah. 

Lihatlah buah-buahan. Tanpa kulitnya, isinya akan rusak. Dengan penutup itulah isinya akan terjaga dengan baik, bersih, dan segar. Bahkan seringkali para petani memberi bungkusan tambahan saat masih kecil, agar ketika buah-buah itu besar dan matang, dia dalam keadaan bersih, indah, dan terjaga dari gangguan alam. 

Dan lihatlah bumi, bagaimana Allah menjaganya dengan lapisan tebal, agar terjaga dari gempuran gangguan dari luar angkasa, coba bayangkan kerusakan yang bumi alami tanpa penutup itu. 

3.   Memang dengan penutup jilbab/hijab, seorang muslimah tidak akan bebas bergerak di luar rumah. 

Namun, bila dipikir lebih dalam, bukankah dengan itu, seorang muslimah akan diposisikan sebagai seorang yang terhormat dan mulia? 

Muslimah tidak akan mencari pekerjaan yang tidak sesuai dengan fitrahnya yang halus dan jilbabnya yang mulia. Ia akan kreatif mencari dan memilih pekerjaan yang menjaga tubuh, kehormatan, dan agamanya, toh jatah rejeki dia sudah Allah jamin sampai kepadanya, apapun keadaannya. Bahkan sebenarnya dia tidak boleh bekerja, kecuali bila diizinkan oleh suaminya, atau ayahnya (bagi yang belum menikah). 

Itulah Islam yang memuliakan dan memanjakan seorang muslimah. 

Muslimah tidak memerlukan banyak produk kecantikan. Karena jilbabnya sudah sangat melindungi kulitnya dan menjaga dengan baik keindahannya. 

Sungguh kasihan orang yang telah diperbudak setan, setelah dia membuka jilbabnya, dia harus menjaga kulitnya yang terpapar sinar matahari dan polusi. Dia harus menjaga rambutnya agar terus terlihat wah, model pakaiannya menjadi berlusin-lusin agar tampak istimewa. Dan hal-hal lain yang menjadi beban baginya. 

Lalu apa yang dia dapatkan setelahnya, tidak lain hanya sanjungan dari makhluk yang serba lemah dan terbatas, atau kebencian dari orang yang iri dan dengki dengan kebaikan fisiknya. 

Dan setelah itu semua, dia harus menanggung siksa Allah karena maksiat membuka aurat dan menarik pandangan haram orang lain kepadanya, na'udzubillah. 

Dengan memakai jilbab, seorang muslimah akan banyak mendapatkan pahala. Selama dia memakaikan jilbabnya, maka selama itu pula dia mendapatkan pahala. Semakin tertutup rapat, semakin besar pahalanya. Semakin berat cobaan dari lingkungan sekitar, semakin berat pula timbangan pahalanya. 

Sebaliknya, membuka aurat adalah dosa. Semakin lama membukanya, semakin banyak dosanya. Semakin banyak orang yang melihat aurat itu, semakin banya pula dosanya. Dan semakin terbuka auratnya, semakin terbuka lebar pula dosanya. Ingatlah, semua akan Anda pertanggung-jawabkan sendiri di hadapan-Nya. 

Jilbab adalah keistimewaan bagi wanita kami. Mereka menjadi terhormat di mata manusia, dan semakin mulia di sisi Allah تَعَالَى.

Wallahu a’lam. 

[Disalin dari WAG Mutiara Risalah Islam L54]

Komentar