Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Seseorang apabila ia sedang berwudhu kemudian mendengar adzan maka tak boleh ia menjawabnya di dalam kamar mandi walaupun ia menjawabnya dengan hatinya. Sebab kamar mandi itu bukan tempat untuk berdzikir karena dzikir merupakan hal yang diagungkan sehingga jangan dibaca di situ. Dalilnya adalah,
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ
شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” [QS. al-Hajj(22): 32]
Jadi solusinya adalah dia selesaikan wudhunya kemudian keluar dari kamar mandi, setelah itu dia jawab adzan yang tertinggal dari mulai awal hingga akhir atau batasan ia mendengar adzan tersebut. Kemudian dia membaca doa setelah adzan dan seterusnya. Ini adalah hal yang dimudahkan karena Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahabat Abu Sa’id al Khudri yang diriwayatkan oleh imam 7 (Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, at-Tirmidzi, dan an-Nasai),
إِذَا سَمِعْتُمُ النِّدَاءَ
فَقُوْلُوْا مِثْلَ مَا يَقُوْلُ الْمُؤَذِّنُ
“Apabila kalian mendengar adzan maka ucapkanlah seperti yang sedang diucapkan muadzin.” [HR. Bukhari No.611 dan Muslim No.846]
Nabi hanya menerangkan untuk mengucapkan sebagaimana ucapan muadzin, tidak mengucapkan, “Kamu langsung mengucapkan..” Tapi ucapan muadzin itu, dia (orang yang menjawab muadzin) boleh menjawabnya satu per satu, boleh juga mengucapkannya sekaligus di akhirnya. Itu tidak ada masalah.
Adapun seseorang yang berwudhu sambil berbicara karena suatu keperluan maka hal tersebut diperbolehkan. Ada hadits yang melarangnya namun lemah, tidak kuat.
Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya.
[Dikutip dari https://youtu.be/WipInqPz6ZU]
Komentar
Posting Komentar