Para Salaf dan Penyakit Demam

Oleh: Ustadz Fadlan Fahamsyah حَفِظَهُ اللهُ

 

Di tengah musim pandemi ini, seringkali seseorang merasa galau dan panik ketika sedang merasakan demam, apalagi telah dinyatakan secara medis bahwa penyakit demam adalah salah satu gejala Covid-19. 

Maka, semoga tulisan ini bisa membuat seorang muslim menjadi lebih tenang, bersabar, dan mengharap pahala ketika penyakit demam itu datang melanda. 

Silakan simak riwayat-riwayat berikut ini: 

1.   Dahulu Rasulullah pernah menjenguk Ummu As-Saib dan berkata kepadanya, “Ada apa denganmu wahai Ummu As-Saib, mengapa badanmu menggigil? Ummu As-Saib berkata, “(Ini karena) demam, semoga Allah tidak memberkahinya.” 

Maka Rasulullah mengatakan, 

لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

“Janganlah Engkau mencela demam. Karena demam itu bisa menghilangkan kesalahan-kesalahan (dosa) manusia, sebagaimana kiir (alat yang dipakai pandai besi) bisa menghilangkan karat besi.” [HR. Muslim No.2575] 

2.   Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ berkata, 

ما وجع أحب إليّ من الحمى لأنها تعطي كل مفصل قسطه من الوجع، وإن الله تعالى يعطي كل مفصل قسطه من الأجر

“Tidak ada rasa sakit yang lebih aku cintai dari pada penyakit demam, karena ia memberikan bagian rasa rakit pada setiap persendian, dan sesungguhnya Allah akan memberikan pada setiap persendian tersebut bagian pahalanya.” [Shifatus Shafwah, vol. 1, hal. 335] 

3.   Abu Darda' رَضِيَ اللهُ عَنْهُ  berkata, 

حمّى ليلة كفارة سنة

“Demam semalam penggugur dosa setahun.” [Mausu'ah Ibnu Abi Dunya, vol. 4, hal. 237] 

4.   Hasan al-Bashri رَحِمَهُ اللهُ  berkata, 

كانوا يرجون في الحمّى ليلة كفارة لما مضى من الذنوب

“Dahulu para salaf berharap bahwa satu malam tertimpa sakit demam, Itu menjadikan dosa-dosa yang telah lalu berguguran.” [Mausu'ah Ibnu Abi Dunya, vol. 4, hal. 238]

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

Referensi:

Ahmad bin Nashir at-Thayyar, Hayat al-Salaf . KSA. Dar Ibn al-Jawzi, 1433, hal 267.

Komentar