Oleh: Ustadz Abu Ghozie as-Sundawie حَفِظَهُ اللهُ
Di antara hadits-hadits yang tidak shahih (lemah) bahkan hadits palsu tentang berqurban yang masyhur di masyarakat :
Hadits pertama:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : اسْتَفْرِهُوا ضَحَايَاكُمْ ، فَإِنَّهَا مَطَايَاكُمْ عَلَى الصِّرَاطِ
Dari Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, ia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Perbaguslah hewan qurban kalian, karena dia akan menjadi tunggangan kalian melewati shirath.” [HR. Ad-Dailami, Musnad Al Firdaus No.268, Silsilah Adh Dha’ifah No.74]
Demikian pula dengan lafadz yang lain yang tidak ada asal-usulnya,
«عَظِّمُوا ضَحَايَاكُمْ فَإِنَّهَا عَلَى الصِّرَاطِ
مَطَايَاكُمْ»
“Perbesarlah hewan qurban kalian, karena dia akan menjadi tunggangan kalian melewati shirath.”
Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani setelah membawakan hadits ini beliau berkata,
لَمْ أَرَهُ، وَسَبَقَهُ
إلَيْهِ فِي الْوَسِيطِ، وَسَبَقَهُمَا فِي النِّهَايَةِ، وَقَالَ مَعْنَاهُ:
إنَّهَا تَكُونُ مَرَاكِبَ الْمُضَحِّينَ، وَقِيلَ: إنَّهَا تُسَهِّلُ الْجَوَازَ
عَلَى الصِّرَاطِ، قَالَ ابْنُ الصَّلَاحِ: هَذَا الْحَدِيثُ غَيْرُ مَعْرُوفٍ
وَلَا ثَابِتٌ فِيمَا عَلِمْنَاهُ
“Aku tidak pernah melihat (sanad)nya. Hadits ini ada di al-Wasith (karya Al Ghazali) dan kedua hadits tersebut ada di an-Nihayah (karya Al Juwaini). Mereka mengatakan tentang maknanya, bahwa hewan qurban akan menjadi tunggangan bagi orang yang berqurban. Juga ada yang mengatakan maknanya, ia akan memudahkan orang yang berqurban untuk melewati shirath. Ibnu Shalah berkata, ‘hadits ini tidak dikenal, dan sepengetahuan saya tidaklah shahih'.” [Talkhis Al Habir No.2364]
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani mengatakan, “Tidak ada asal-usulnya dengan lafadz ini.” [Silsilah Adh Dha’ifah No.74]
Hadits kedua:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ فِي يَوْمِ أَضْحَى: «مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ فِي هَذَا الْيَوْمِ، أَفْضَلَ مِنْ دَمٍ «يُهَرَاقُ، إِلَّا أَنْ يَكُونَ رَحِمًا مَقْطُوعَةً تُوصَلُ
Hadits ketiga:
عَنْ عَائِشَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَأَنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا
Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang manusia mengerjakan satu pekerjaan pada hari qurban yang lebih dicintai oleh Allah Ta’ala daripada menumpahkan darah (menyembelih qurban). Sesungguhnya qurban itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya darah itu berada di satu tempat di sisi Allah sebelumnya. Maka baguskanlah nilainya.“ [HR. Tirmidzi No.1493, Silsilah Adh Dha’ifah No.526]
Hadits keempat:
عَنْ زَيْدِ بْنِ أَرْقَمَ، قَالَ: قَالَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا هَذِهِ الْأَضَاحِيُّ؟ قَالَ: "سُنَّةُ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ" قَالُوا: فَمَا لَنَا فِيهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: "بِكُلِّ شَعَرَةٍ حَسَنَةٌ" قَالُوا: فَالصُّوفُ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: "بِكُلِّ شَعَرَةٍ مِنْ الصُّوفِ حَسَنَةٌ
Dari Zaid bin Arqam ia berkata, “Para sahabat Rasulullah ﷺ bertanya, ‘Wahai Rasulullah bagaimana (kedudukan) Qurban?’ Maka beliau menjawab, ‘Qurban adalah sunnah Ibrahim bapak kalian,’ mereka bertanya, ‘Apakah yang kami dapatkan padanya?’ Beliau menjawab, ‘Pada setiap helai rambut ada satu kebaikan,’ mereka bertanya, ‘Bagaimana dengan bulu?’ beliau menjawab, ‘Pada setiap helai rambut dari bulu ada satu kebaikan’.” [HR. Ibnu Majah No.3127, Silsilah Adh Dha’ifah No.527]
Hadits kelima:
عَنْ عِمْرَانَ بْنِ الْحُصَيْنِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : «يَا فَاطِمَةُ قَوْمِي فَاشْهَدَيِ أُضْحِيَّتَكَ، فَإِنَّهُ يُغْفَرُ لَكِ بِكُلِّ قَطْرَةٍ مِنْ دَمِهَا كُلُّ ذَنْبٍ عَمِلْتِيهِ، وَقُولِي: إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ، وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ
Dari Imran bin Husain berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Hai Fathimah, berdirilah, saksikanlah hewan qurbanmu! karena sesungguhnya pada tetesan darahnya yang pertama, seluruh dosa yang telah engkau lakukan akan diampuni lalu bacalah (yang artinya) sesungguhnya shalatku dan qurbanku hidup dan matiku hanyalah milik Allah Rabbul ‘alamin, aku tidak menyekutukan-Nya dan terhadap yang demikian akau diperintah, serta aku adalah di antara yang pertama berserah diri.” [HR. Thabrani, al-Ausath No.2509, Silsilah Adh Dha’ifah No.528]
Hadits keenam:
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ حَسَنِ بْنِ حَسَنٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ : «مَنْ ضَحَّى طَيِّبَةً بِهَا نَفْسُهُ، مُحْتَسِبًا لِأُضْحِيَّتِهِ؛ كَانَتْ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ
Dari Abdullah bin Hasan bin Hasan dari bapaknya dari kakeknya berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang menyembelih korban dengan jiwa yang senang terhadap (qurban itu), dan dengan mengarhapkan (pahala) terhadap hewan qurbannya, maka hewan itu sebagai dinding dari neraka untuknya.” [HR. Thabrani, al-Kabir No.2736, Silsilah Adh Dha’ifah No.529]
Hadits ketujuh:
عَنْ عَلِيٍّ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: «يَا أَيُّهَا النَّاسُ، ضَحُّوا وَاحْتَسِبُوا بِدِمَائِهَا، فَإِنَّ الدَّمَ وَإِنْ وَقَعَ فِي الْأَرْضِ، فَإِنَّهُ يَقَعُ فِي حِرْزِ اللَّهِ جَلَّ وَعَزَّ
Dari Ali dari Nabi ﷺ bersabda, “Wahai manusia, hendaklah kalian menyembelih qurban, dan berharaplah pahala dengan darahnya, karena sesungguhnya walaupun darah itu jatuh di tanah, akan tetapi sesungguhnya darah itu jatuh di dalam wadah milik Allah.” [HR. Thabrani, al-Ausath No.8319. Hadist ini palsu, al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh At-Thabrani di dalam al-Ausath, dan dalam sanadnya ada ‘Amr bin Hushain Al’Uqaili dan dia adalah orang yang hadistnya ditinggalkan.” Lihat: Silsilah Adh Dha’ifah No.530]
Hadits kedelapan:
إِنَّ أَفْضَلَ الضَّحَايَا أَغْلاَهَا وَأَسْمَنُهَا
“...Sesungguhnya hewan qurban yang paling utama adalah yang paling mahal dan paling gemuk...” [HR. Ahmad (3/424 No.15494), Silsilah Adh Dha’ifah No.1678]
Dan masih banyak lagi hadits hadits lemah bahkan palsu lainnya terkait masalah berqurban.
والله
أعلمُ ...
[Dikutip dari akun FB beliau]
Komentar
Posting Komentar