Al-Ihtikar (Menimbun Barang)

Oleh: Ustadz Azhar Khalid bin Seff, Lc, MA

 

Al-Ihtikar adalah menahan barang yang tujuannya nanti supaya menjual dengan harga yang mahal. 

Hal tersebut dilarang oleh Nabi , 

عَنْ يَحْيَ وَهُوَ ابْنُ سَعِيْدٍ قَالَ: كَانَ سَعِيْدُ ابْنُ الْمُسَيَّبِ يُحَدِّثُ أَنَّ مَعْمَرًا قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنِ احْتَكَرَ فَهُوَ خَاطِئٌ…. – رواه مسلم و أحمد و أبو داود

Dari Yahya beliau adalah ibnu Sa’id, ia berkata bahwa Sa’id ibn Musayyab memberitakan bahwa Ma’mar berkata, Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang menimbun barang, maka ia telah melakukan kesalahan (berdosa ...” [HR. Muslim, Ahmad, dan Abu Dawud] 

Dalam riwayat lain 

روى أبو أمامة الباهلى أن النبى صلى اهلل عليه وسلم نهى أن يحتكر الطعام )رواه الحاكم فى المستدرك

“Abu Umamah al-Bahili meriwayatkan bahwa Nabi telah melarang penimbunan makanan.” [HR. Hakim] 

Ini adalah perbuatan yang haram. Tidak boleh, tidak dibolehkan yang seperti itu. Karena memang ketika di masa pandemi ini, barang-barang berkurang sehingga menyebabkan harganya melonjak sekali. 

Lalu kita sudah memprediksi seperti itu. Dan waktu membelinya sudah ada niatan, kalau tidak dikeluarkan, barang tidak akan ada, sehingga bisa dijual dengan harga yang tinggi. نعوذب الله . 

Tidak boleh  yang seperti itu dan dilarang oleh Nabi . 

والله أعلمُ

[Faedah kajian kitab Al Kabair bersama MT Baaburrahmah sebagaimana bisa disaksikan pada laman https://www.youtube.com/watch?v=RycIrh3hiwk&t=5591s ]

Komentar