Posisi Neraka

Oleh: Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al 'Utsaimin رَحِمَهُ اللهُ

 

Kami katakan bahwa Neraka itu di Bumi, namun berkata sebagian Ahli Ilmu, Ia adalah lautan. Dan berkata yang lainnya, Bahkan ia itu di perut bumi. Dan yang tampak adalah Neraka itu di bumi tetapi kami tidak tahu di mana pada bagian bumi. Kami beriman bahwasanya Neraka di bumi dan bukan di langit, namun kami tidak tahu pada tempat manakah Neraka itu secara penentuan persisnya. 

Dan dalil bahwa Neraka di Bumi sebagai berikut ini: 

كَلَّآ إِنَّ كِتَٰبَ ٱلْفُجَّارِ لَفِى سِجِّينٍ

“Sekali-kali jangan begitu! Sesungguhnya catatan orang yang durhaka benar-benar tersimpan dalam Sijjin.” [QS. al-Muthaffifin(83):7] 

Sijjin adalah bumi paling bawah. Dan begitu pula ada dalam hadits mengenai orang yang sakarat dan dicabut nyawanya pada orang-orang kafir, 

فَإنَّهَا لَا تُفتَحُ لَهُم أبوَابُ السَّمَاءِ، ويقول الله تعالى: «اكتُبُوا كِتابَ عَبدِي فِي سِجِّينٍ، وأَعِيدُوهُ

“Sesungguhnya tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit, dan Allah ta'ala berfirman, ‘Kalian tulislah kitab hamba-Ku ini di Sijjin, dan kalian kembalikanlah dia ke bumi’.” (¹) 

Dan kalaulah seandainya Neraka itu di langit, pastilah akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit agar mereka masuk ke sana. 

Sebab sungguh Nabi melihat para penghuninya disiksa di dalamnya, dan jika di langit maka tentunya mengharuskan masuknya mereka itu ke Neraka yang ada di langit agar dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit tersebut. 

Soal:

Tapi sebagian pelajar ada yang mendapati permasalahan dan berkata, “Bagaimana bisa Rasul melihatnya pada malam dinaikkan ke langit sedangkan Neraka itu di bumi?” 

Jawab:

Saya heran terhadap permasalahan seperti ini, tak terkecuali sungguh telah ada permasalahan ini pada penuntut ilmu, bila kita berada di pesawat, kita melihat bumi di bawah kita dalam keadaan jauh dan kita dapat melihatnya, maka bagaimana mungkin Nabi عليه الصلاة والسلام tidak dapat melihat Neraka sedangkan beliau di langit? 

Kesimpulannya:

Bahwasanya Neraka itu di bumi dan sungguh telah teriwayatkan hadits-hadits namun dhaif(²) dan atsar-atsar Salaf seperti Ibnu Abbas, Ibnu Mas'ud dan itu lahiriyah Al Qur'an, 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُوا۟ عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلْجَمَلُ فِى سَمِّ ٱلْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُجْرِمِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan pernah masuk Surga, sehingga unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.” [QS. al-A'raf(7): 40] 

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat dan sombong terhadapnya, maka tidak ada keraguan lagi bahwasanya mereka itu di Neraka. 

Keterangan:

(¹) Bagian dari hadits Al Bara' bin 'Azib Shahih dan Masyhur, dalam kumpulan keadaan orang mati tatkala sekaratnya mereka dan dicabutnya nyawa-nyawanya dan di kubur-kuburnya, yang dikeluarkan oleh Ahmad dalam Musnadnya (4/287,288,295,296) dan Abu Dawud (3735), dan Asy Syaikh Al Albani telah menuangkannya secara tersendiri seluruhnya tambahan-tambahannya dan faedah-faedahnya yang tertera dari jalur-jalur yang ada dan jalur yang terpercaya, maka silakan merujuknya. 

(²) Yaqdzah Ulil i'tibar karya Sidiq Hasan Khan hal.23-26 dan Lawami'il Anwar hal.441-442. 

والله أعلمُ بالـصـواب

Referensi:

1.   Petikan dari Syarh Bab Sifat Shalat karya Asy Syaikh Muhammad Al Utsaimin.

2.   Zadul Mustaqni' fi-ikhtisharil Muqni' karya Asy Syaikh Syarafuddin Al Hajjawi, Darul Kutub Ilmiyah hal.158-159 

Yang diambil dari laman:

1.   https://cutt.ly/DnEBTRQ

2.   https://www.tasfiatarbia.org/vb/showthread.php?t=24031

3.   https://al-maktaba.org/book/12293/350#p1 

dan dipublikasikan ulang oleh https://t.me/salafykawunganten/3218

Komentar