Hukum Ruqyah Dengan Mencelupkan Ayat-Ayat Al Qur’an Tertentu Ke Dalam Air dan Meminumnya

Oleh: Ustadz Berik Said Bajri حَفِظَهُ اللهُ

 

Sebenarnya ada perbedaan pendapat dalam hal ini. Tetapi insya Allah pendapat yang lebih selamat adalah menghindari cara seperti itu. 

Fatwa Syaikh al-Albani رَحِمَهُ اللهُ, 

فإن لم يثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أولاً؛ وعن الصحابة ثانياً أنهم علقوا بعض الآيات؛ ولم يثبت أن كُتبت في وعاء ثم شرب ماؤه للمعالجة والدواء؛ فنحن نقول حينذاك بقول بعض السلف الآخر الذين قالوا

“Bila tidak valid (metode ruqyah semacam itu) dari Nabi pada awalnya dan selanjutnya tidak pula dari para shahabat رضي الله عنهم bahwasanya mereka menggantungkan sebagian ayat al-Qur’an dan tidak pula valid menulis ayat al-Qur’an (dan kemudian mencelupkannya pada tempat minum yang lalu meminum airnya untuk tujuan pengobatan dan obat), maka kami katakan setelahnya dengan perkataan sebagian salaf yang lain yang mana mereka berkata, 

إن تعليق بعض الآيات القرآنية على الصدر أو تحت الإبط أو نحو ذلك هو من التمائم المحرمة في الإسلام وهنا نقول كما علمنا الرسول -عليه الصلاة والسلام- أن نقول وخير الهدى هدى محمد -صلى الله عليه وآله وسلم-،

‘Sesungguhnya menggantungkan sebagian ayat al-Qur’an baik di dada atau di bawah ketiak atau semisal itu maka itu semua termasuk jenis jimat yang diharamkan dalam Islam.’ Dan di sini kami tandaskan sebagaimana Rasulullah عليه الصلاة والسلام mengajari kita bahwa, ‘Sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad …’.“

[Lihat https://www.sahab.net/forums/index.php… ] 

Fatwa Syaikh Muqbil bin Hadi رَحِمَهُ اللهُ :

Beliau pernah ditanya tentang hal tersebut, maka beliau menjawab, 

لا ينبغي، وإن قاله بعض العلماء, لا يوجد دليل عليه، الرسول صلى الله عليه وسلم ما فعل هذا، والصحابة ما فعلوا، بارك الله فيكم،

“Tidak sepatutnya hal semacam itu dilakukan. Sekalipun sebagian ulama menyatakan kebolehannya. (Tetapi) tidak didapatkan dalil yang menunjukkan atas dibolehkannya cara tersebut. Rasulullah tak pernah melakukannya, demikian pula para Shahabatnya رضي الله عنهم. Semoga Allah memberkahi kalian. 

وهؤلاء الذين يُجيزون الكتابة وبعض الأشياء والغُسل ومثل هذه الحاجات ما عندهم أدلة، وهم علَّمونا أننا لا نقبل مسألة إلا بالدليل، فكلٌّ يؤخذ من قوله ويُرد إلا رسول الله عليه الصلاة والسلام .

Para ulama yang membolehkan penulisan beberapa ayat, lalu dibasuh, dan hal-hal yang semisal keperluan ini, mereka tak memiliki argumentasi/dalil. Bersamaan dengan itu mereka yang telah mengajarkan kita agar kita tidak menerima suatu masalah (agama) kecuali dengan dalil. Maka semua orang dapat diterima perkataannya dan dapat pula ditolak, selain Rasulullah .”

[Lihat http://www.rabee.net/ar/questions.php?cat=18&id=107 ] 

Apa yang dikatakan kedua ulama Ahlus sunnah رحمهم الله di atas, sebelumnya juga telah didahului ulama terdahulu, sebagaimana terdapat pada keterangan berikut, 

عن ابْنُ عَوْنٍ، قَالَ: سَأَلْتُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ رَجُلٍ كَانَ بِالْكُوفَةِ يَكْتُبُ مِنَ الْفَزَعِ آيَاتٍ، فَيَسْقِي الْمَرِيضَ، فَكَرِهَ ذَلِكَ

Dari Ibnu ‘Aun رَحِمَهُ اللهُ ia berkata, “Aku bertanya kepada Ibrahim (an-Nakho'i) رَحِمَهُ اللهُ mengenai seorang lelaki yang berada di Kufah dan ia menulis ayat-ayat (al-Quran) berisi perlindungan dari rasa gentar/takut, selanjutnya ia memberikan minuman kepada orang yang sakit (untuk diminumnya)? Maka Ibrahim An Nakho'i رَحِمَهُ اللهُ  membenci metode tersebut.” [Fadhaa’ilul Qur’an karya al-Qaasim bin Sallam No.714] 

Catatan:

Ibrahim an-Nakho'i رَحِمَهُ اللهُ  ini adalah ulama tabi'in pakar fiqh yang amat mumpuni. Beliau sering bertemu dengan ‘Aisyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا. Beliau wafat tahun 96 H. 

Kesimpulan:

Metode ruqyah syar'i yang shahih itu secara garis besar ada dua: 

1)  Cukup dengan membacakan ayat al-Quran atau doa dari hadits-hadits yang shahih dan kita bacakan kepada yang sakit atau orang yang sakit membacanya sendiri dan itu lebih utama. 

2)  Membacakan ayat al-Quran pada segelas air dengan sedikit hembusan ludah yang lalu diminum oleh orang yang sakit. 

Adapun mencelupkan sebagian tulisan ayat al-Quran ke dalam air lalu diminum air tersebut, maka cara ini mesti dihindari. 

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallaahu ‘alaa Muhammadin … 

[Disadur dari akun FB beliau]

Komentar