Oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin حَفِظَهُ اللهُ
Telah disebarkan keutamaan shalat sunnah 4 rakaat setelah shalat Isya sama dengan Lailatul Qadar. Dalam rangka saling menasihati antar sesama kaum Muslimin tentang kebaikan dan kebenaran maka perlu disampaikan hasil pemeriksaan para ulama tentang hadits-hadits keutamaan shalat sunnah 4 rakaat setelah shalat Isya.
Dan setelah diperiksa secara seksama oleh para ulama maka seluruh sanad hadits tentang keutamaan shalat 4 rakaat setelah shalat Isya adalah dhaif. Sedangkan kedhaifan haditsnya bertingkat-tingkat.
Di antaranya adalah hadits dari Anas bin Malik رَضِيَ اللهُ عَنْهُ berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وَأَرْبَعٌ بَعْدَ الْعِشَاءِ كَعِدْلِهِنَّ مِنْ
لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Dan empat rakaat (shalat sunnah) setelah shalat sama dengan pahala Lailatul Qadr.”
رواه الطبراني في " المعجم
الأوسط " (3/141) من طريق يحيى بن عقبة بن أبي العيزار ، عن محمد بن جحادة ،
وقال : لم يرو هذا الحديث عن محمد بن جحادة إلا يحيى .
وهذا إسناد ضعيف جدا بسبب يحيى
بن عقبة بن أبي العيزار ، قال أبو حاتم : يفتعل الحديث ، وقال البخاري : منكر
الحديث ، وقال ابن معين : كذاب خبيث .
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Thabrani رَحِمَهُ اللهُ dalam al-Mu'jamul Ausath dari jalan Yahya bin 'Uqbah bin Abu Aizar dari Muhammad bin Jihadah. Imam Thabrani berkata bahwa tidak ada yang meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Jihadah kecuali Yahya bin 'Uqbah. Dan sanad hadits ini lemah sekali disebabkan adanya Yahya bin 'Uqbah bin Abu Aizar.
Imam Abu Hatim رَحِمَهُ اللهُ berkata, “Dia suka membuat-buat hadits.”
Imam Bukhari رَحِمَهُ اللهُ berkata, “Dia haditsnya mungkar.”
Imam Ibnu
Ma'in رَحِمَهُ اللهُ berkata, “Dia
pendusta yang busuk.”
انظر " لسان الميزان
" (8/464 )
قال الهيثمي رحمه الله :
" فيه يحيى بن عقبة بن أبي
العيزار وهو ضعيف جدا "
Imam al-Haitsami رَحِمَهُ اللهُ berkata, “Dalam sanadnya ada Yahya bin 'Uqbah bin Abu Aizar, di mana dia seorang perawi yang sangat lemah.”
انتهى من " مجمع الزوائد
" (2/230 )
وقال الألباني رحمه الله :
" ضعيف جدا "
Imam al-Albani رَحِمَهُ اللهُ berkata, “Dia (Yahya bin 'Uqbah) adalah seorang perawi sangat lemah.”
انتهى من " سلسلة الأحاديث
الضعيفة " (رقم/2739، 5058 )
Adapun shalat sunnah empat rakaat tidak ada masalah, artinya tetap bisa diamalkan dengan dalil lain. Tapi hadits yang bermasalah adalah ketika mengaitkan dengan lailatul qadr.
Tambahan:
Hadits dan atsar dari para shahabat tentang shalat 4 rakaat setelah Isya' terdapat ketetapan dari Nabi ﷺ bahwa dahulu beliau shalat empat rakaat setelah Isya’. Sementara hadits yang (sanadnya) sampai kepada Nabi ﷺ terkait dengan keutamaannya semuanya sangat lemah. Yang paling bagus dan paling kuat adalah hadits Ibnu Umar ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ (sedikit) lemahnya.
Sementara atsar yang ada dari para shahabat dan tabiin merupakan dalil, ini termasuk perbuatan ulama salaf dengan sunnah ini serta menyebarnya di kalangan mereka. Ia termasuk qiyamul lail yang ada keutamaannya dalam Kitabullah dan Sunnah dengan puluhan dalil. Sementara ungkapan ia (shalat sunnah empat rakaat) menyamai shalat pada malam lailatul qadr ini termasuk permasalah yang masih didiamkan.
[Dikutip dari laman https://www.google.com/amp/s/islamqa.info/amp/id/answers/175914 ]
وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Komentar
Posting Komentar