Pertanyaan:
Ada seorang dalam shalat Dzhuhur, jatuh sapu tangannya ketika dia berdiri shalat. Maka ia membungkuk dan mengambil sapu tangannya. Apakah batal shalatnya karena gerakan ini?
Jawaban:
Na'am, batal shalatnya dengan gerakan seperti ini. Karena jika ia rukuk, dia membungkuk sampai pada batasan rukuk maka berarti dia telah menambah satu rukuk. Akan tetapi jika dia tidak tahu hukumnya maka tidak mengapa. Berdasarkan firman Allah تَعَالَى,
رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ
نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
“Wahai Rabb kami janganlah Engkau menyiksa kami jika kami lupa atau tidak sengaja.” [QS. al-Baqarah(2): 286]
Oleh karena itu seandainya ada sapu tangan atau kunci yang jatuh darimu sedangkan engkau sedang berdiri shalat, maka biarkan saja sampai engkau bisa meraihnya ketika sujud.
Atau engkau ambil dengan kakimu jika engkau bisa berdiri dengan kaki satu. Ambillah dengan kakimu dan genggam dengan tanganmu.
Adapun seorang membungkuk untuk mengambil barangnya dari lantai, dengan membungkuk yang lebih dekat ke rukuk daripada berdiri, maka ini tidak boleh.
[As-Silsilah Al-Liqaa Asy-Syahri, No.37 karya Syaikh Muhammad Shalih al-Utsaimin]
حكم من أخذ شيئاً سقط منه في أثناء الصلاة
السؤال :
رجل في صلاة الظهر سقط منه منديل وهو قائم فانحنى ثم أخذ المنديل، فهل تبطل صلاته بهذه الحركة؟
الجواب :
نعم تبطل صلاته بهذه الحركة؛ لأنه إذا ركع انحنى حتى وصل إلى حد الركوع فقد زاد ركوعاً، لكن إن كان جاهلاً فلا شيء عليه؛ لعموم قوله تعالى:
﴿رَبَّنَا لا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا﴾ [البقرة:286] ولذلك لو سقط منك منديل أو مفتاح وأنت قائم تصلي، فدعه حتى تصل إليه عند السجود، أو خذه برجلك إن كنت تستطيع أن تقف على رجل واحدة، خذه برجلك واقبضه بيدك، أما أن ينحني الإنسان ويأخذه من الأرض انحناءً يكون إلى الركوع أقرب منه إلى القيام فهذا لا يجوز
المصدر: سلسلة اللقاء
الشهري [37] للشيخ محمد صالح ابن عثيمين
رحمه الله
[Dikutip dari WAG SUNNAH Ma'had Ar-Ridhwan Poso]
Komentar
Posting Komentar