Oleh: Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc. MHI حَفِظَهُ اللهُ
(Pembina
Ma'had al-Ihsan Surabaya)
1. Qiblat pertama Islam. Sebelum kaum muslimin berkiblat ke Ka'bah, dahulu Rasulullah ﷺ dan para shahabat رضي الله عنهم sempat berkiblat ke masjid al-Aqsha selama 16 atau 17 bulan. [HR. Bukhari No.41 dan Muslim No.525). Kala itu masjid al-Aqsha belum ditaklukkan, masih berupa tanah suci yang juga digunakan beribadah kaum Nasrani. Dan pada masa itu Baitul Maqdis Masih dalam pangkuan imperium Romawi.
2. Masjid al-Aqsha dan sekelilingnya adalah tanah yang diberkati (QS. al-Isra(17): 1).
3. Tanah Baitul Maqdis adalah tanah suci (QS. al-Maidah: 21). Nabi Musa عليه السلام pernah mengajak kaumnya Bani Israel untuk membebaskan tanah Baitul maqdis dari kaum Jabbarin, akan tetapi mereka mbalelo dan tak mau berjuang bersamanya.
4. Tempat Isra' Mi'raj Nabi (QS. al-Isra(17): 1), Allah عزوجل memilih al-Aqsha sebagai "masra" Nabi.
5. Al-Aqsha adalah permukaan bumi yang dipilih Allah عزوجل menjadi tempat landasan dari bumi menuju Sidratul Muntaha (mi’raj).
Dari Anas bin Malik رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Rasulullah ﷺ bersabda, “Dibawakan kepadaku Buraq. Ia adalah hewan tunggangan berwarna putih, lebih tinggi dari keledai dan lebih pendek dari bighal. Ada tanda di setiap ujungnya.” Beliau melanjutkan, “Aku mengikat Buraq itu di salah satu pintu Baitul Maqdis, tempat dimana para nabi mengikat hewan tunggangan mereka. Kemudian aku masuk ke dalamnya dan shalat dua rakaat. Setelah itu aku keluar dari masjid, lalu Jibril mendatangiku dengan membawa bejana yang berisi khamr dan susu. Aku memilih yang berisi susu, lalu Jibril shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ‘Engkau telah memilih fitrah.’ Setelah itu, kami pun mi’raj menuju langit.” [HR. Muslim]
6. Masjidil Aqsha adalah tempat beribadah dan berdoa Musa, Daud, Sulaiman, keluarga Imran, bunda Maryam, Nabi Zakariya, Nabi Yahya, Isa, dan nabi-nabi yang lain. Lihat secara umum di surat Ali Imran(3).
7. Masjidil Aqsha adalah tempat berkumpulnya para Nabi, bahkan Rasulullah ﷺ pernah mengimami seluruh para nabi di masjidil Aqsha. [HR. Muslim No.172]
8. Tempat yang tidak mampu ditembus Dajjal. Bahwa si mata satu Dajjal tidak mampu memasuki Baitul Maqdis, berdasarkan hadits,
(وإنه سيظهر على الأرض كلها إلا الحرم وبيت المقدس ) رواه أحمد 19665 ، وصححه ابن خزيمة 2 / 327 وابن حبان 7 / 102
“…Bahwasanya (Dajjal) akan muncul di muka bumi semuanya kecuali di Masjidil Haram dan Baitul Maqdis.” [HR. Ahmad No.19775, dan dishahikan oleh Ibnu Khuzaimah, (2/327) dan Ibnu Hibban, (7/102)]
9. Dekat Baitul Maqdis adalah tempat terbunuhnya Dajjal. Ia terbunuh di dekat Baitul Maqdis, dibunuh oleh Nabi Isa bin Maryam عليه السلام, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits,
يَقتل ابنُ مريم
الدجالَ بباب لُدّ ) رواه مسلم ( 2937 ) من حديث النواس بن سمعان)
“Ibnu Maryam akan membunuh Dajjal di pintu ‘Ludd’.” [HR. Muslim No.2937 dari hadits an-Nuwas bin Sam’an]
“Ludd” adalah tempat dekat dengan Baitul Maqdis.
10. Masjidil Aqsha termasuk salah satu dari tiga masjid yang dianjurkan untuk diziarahi.
Dari Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Nabi ﷺ bersabda,
(لا تشد الرحال إلا إلى ثلاثة مساجد المسجد الحرام ومسجد الرسول
صلى الله عليه وسلم ومسجد الأقصى )رواه البخاري
1132 ومسلم 827 من حديث أبي سعيد الخدري بلفظ " لا
تشدوا الرحال إلا …
“Tidak boleh bersengaja bepergian kecuali kepada tiga masjid: al Masjidil Haram, dan Masjid Rasulullah ﷺ dan Masjidil Aqsha.” [HR. Bukhari No.1132 dan Muslim No.827]
11. Shalat di Masjidil Aqsha lebih baik dari pada shalat 250 kali di masjid lain.
Dari Abu Dzar رَضِيَ اللهُ عَنْهُ berkata, “Ketika kami berada di majelis Rasulullah ﷺ, ada yang bertanya, ‘Mana yang lebih utama Masjid Rasulullah ﷺ atau Baitul Maqdis?’ Rasulullah ﷺ bersabda,
صلاة في مسجدي أفضل
من أربع صلوات فيه ولنعم المصلى هو
‘Mendirikan shalat di masjidku lebih baik dari 4 kali shalat di dalamnya (masjdil Aqsha) dan ia adalah sebaik-sebaik tempat shalat’.”
12. Tempat terbaik untuk i'tikaf.
Dari Huzaifah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ bahwa beliau mengatakan kepada Abdullah bin Mas’ud ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, “Saya melewati orang berdiam di antara rumah anda dan rumah Abu Musa (maksdunya di dalam masjid). Sungguh saya telah mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Tidak ada I’tikaf kecuali di tiga masjid, Masjdil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjid al-Aqsha’.” [Dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani di Ahadits Shahihah No.2876]
13. Baitul Maqdis adalah negeri Mahsyar, tempat dikumpulkannya semua manusia pada hari kiamat. [HR. Ibnu Majah]
14. Al-Aqsha adalah tempat turunnya Wahyu dan negeri para rasul.
15. Al-Aqsha termasuk bagian inti dari negeri Syam yang banyak keutamaannya berdasarkan riwayat-riwayat yang shahih.
عَلَيْكُمْ
بِالشَّامِ فَإنَّهَا صَفْوَةُ بِلَادِ اللهِ يَسْكُنُهَا خِيرَتُهُ مِنْ خَلْقِهِ
...
“Beradalah kalian di Syam. Sesungguhnya ia merupakan negeri pilihan Allah, dihuni oleh makhluk pilihan-Nya...” [Shahihut-Targhib wat-Tarhib No.3089]
وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
[Dikutip dari
akun FB beliau]
Komentar
Posting Komentar