Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Bila suami istri tidak berbicara atau pisah tidur selama 7 hari atau semisal dengannya, terlepas siapa yang benar dan salah, saya nasihatkan bahwa rumah tangga itu ada untuk ibadah dan menjaganya itu juga adalah ibadah. Seseorang apabila lebih banyak memikirkan hak pasangannya dengan tidak memikirkan hak dirinya, itu lebih banyak keuntungan dan pahala untuk dirinya.
Terkait dengan keabsahan (jika) puasa, maka itu tidak mempengaruhinya. Tapi dari sudut pahala, saya tidak tahu alasan berpisahnya itu disyariatkan atau tidak. Jika disyariatkan maka tidak ada masalah, namun jika alasan berpisahnya adalah hal yang keliru maka itu bentuk dari dosa dan dosa itu mengurangi pahala puasa tapi tidak membatalkannya.
Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya.
[Dilansir
dari laman https://youtu.be/yUlt-AXw8GA]
Komentar
Posting Komentar