Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Seseorang harus introspeksi kepada dirinya. Kalau dia kebiasaan begadang, tidurnya terlambat, tidak bisa bangun tepat waktu, maka dia tidur lebih pagi (awal) misalnya jam 8-9 malam sudah tidur itu insya Allah mudah baginya untuk bangun (Shubuh).
Yang kedua, dia rutin membaca doa sebelum tidur khususnya membaca ayat Kursi supaya jangan ada syaithan yang kencing di telinganya untuk menahan dia.
Yang ketiga, di antara obat untuk bisa bangun Shubuh tepat waktu adalah dia selalu berdoa kepada Allah, memohon, dan berniat dengan sungguh-sungguh. Kalau dia tetap ketiduran maka shalat Shubuhnya sah saja, tidak ada masalah, dan dia dapat uzur akan hal tersebut.
Tetapi kalau keteledoran berasal dari dia seperti begadang di malam hari, kemudian sebetulnya dia bisa tidur cepat tetapi tidurnya terlambat akhirnya kesiangan maka dia tidak lepas dari dosa. Walaupun shalatnya sah dilakukan tetapi dia tidak lepas dari dosa.
Kalau orang ketiduran lalu dia bangun kemudian shalat maka itu sah shalatnya karena Nabi ﷺ bersabda,
من نام عن صلاة أو نسيها؛
فليصلها إذا ذكرها
“Barangsiapa yang terlewat shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika ingat.” [HSR. Al Bazzar, (13/21)]
Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya.
[Dilansir
dari laman https://youtu.be/I-Ri_zzZ4cE]
Komentar
Posting Komentar