Sedekah Tertinggi

Oleh: Ustadz Khalid Basalamah حَفِظَهُ اللهُ

 

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى menyuruh kita menikmati yang halal dan thoyyib berkualitas. Boleh kita pakai kendaraan, pakaian, tas, sepatu yang mahal, tidak masalah, tidak dilarang dalam Islam. (yang dilarang adalah) jangan berlebih-lebihan, jadi boleh kita beli dan bahkan lebih besar pahalanya jika seseorang membeli kualitas A lalu dia beli kualitas B, kalau kualitas A itu lebih besar pahalanya. Dia beli beli sebenarnya karena dia kekurangan pahala karena dia sebenarnya tidak menikmati nikmatnya (pemberian) Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى sementara dia membutuhkannya. 

Saya ingatkan (hal ini) kepada yang mau umrah atau haji karena saya menemukan banyak jamaah mampu atau memiliki kemampuan, cari travel yang paling murah. Kenapa yang paling murah? Cari bintang 3 dan kalau perlu yang tidak ada bintangnya. Kenapa (memilih) yang paling murah? Itu shadaqah dan sedang beribadah kepada Allah dan (yakinlah) Allah pasti ganti. 

Shadaqah yang paling tinggi adalah sedekah untuk diri kita sendiri, baru untuk keluarga, kerabat, kemudian umumnya kepada kaum muslimin. Sebagaimana ada Shahabat yang mengatakan, “Ya Rasulullah, saya punya 1 dirham,” kemudian Rasulullah ﷺ bersabda, “Infaqkanlah untuk dirimu dahulu.”  Beli baju untukmu, beli tas, kebutuhan, kendaraan, silakan pakai untukmu. “Ada lagi ya Rasulullah 1 dirham,” kata Nabi ﷺ, “Untuk anakmu.” “Ada lagi ya Rasulullah 1 dirham,” jawab Nabi ﷺ, “Untuk istrimu.” Shahabat bertanya lagi, “Ada lagi ya Rasulullah 1 dirham,” ucap Nabi ﷺ, ”Untuk kerabatmu.” “Ada lagi ya Rasulullah,” maka Nabi ﷺ bersabda, “Engkau lebih tahu di mana engkau letakkan.” Setelah itu, silakan (berikan kepada siapa saja) bebas. 

والله أعلمُ

[Dilansir dari laman https://youtu.be/7WS7hd7QcNY]

Komentar