Oleh: Syaikh Dr. Sa’ad bin Nashir Asy-Syatsri حَفِظَهُ اللهُ
Saya tidak melihat adanya kesulitan pada keduanya, yakni menghapal dan membaca al-Qur’an. Tidak diragukan lagi bahwa menghapal al-Qur’an lebih utama karena mencakup 2 hal, yakni membaca dan menghapal.
Bagi yang hendak menghapal, dia mengulang-ulang ayat sekaligus membacanya berulang-ulang. Maka dari itu dia menggabungkan 2 hal sekaligus; membaca dan menghapal. Dan tidak diragukan lagi bahwa hapalan merupakan sesuatu yang sangat dianjurkan.
Allah عزوجل berfirman,
بَلْ هُوَ ءَايَٰتٌۢ بَيِّنَٰتٌ
فِى صُدُورِ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْعِلْمَ ۚ
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu.” [QS. al-Ankabut(29): 49]
Nabi ﷺ bersabda,
اِنَ الٌذِي لَيسَ فيِ جَوفِه
شَي مِنَ القُرانِ كَالَبيتِ الخَرِبِ
“Orang yang tidak ada sedikitpun al-Qur’an di dalam hatinya adalah seperti rumah usang tak berpenghuni.” [HSR. Tirmidzi, ad-Darimi, dan al-Hakim]
Maka dari itu saya menasihati kepada saudara-saudaraku untuk lebih mengutamakan hapalan al-Qur’an karena dengan begitu, mereka akan meraih 2 hal sekaligus; membaca dan menghapal. Na’am.
[Dilansir dari
laman https://youtu.be/mZtBg_9i-h8]
Komentar
Posting Komentar