Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Hal ini tidak benar (mengkhususkan waktu turunnya azab di sepertiga malam hingga Dhuha). Berbicara tentang ada azab yang pernah turun di sepertiga malam dan waktu Dhuha, itu ada memang.
Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman,
أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى
أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا بَيَاتًا وَهُمْ نَائِمُونَ (97) أَوَأَمِنَ أَهْلُ
الْقُرَى أَنْ يَأْتِيَهُمْ بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ (98)
“Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik (Dhuha) ketika mereka sedang bermain?” [QS. al-A’raf(7): 97-98]
Hal ini menunjukkan bahwa datangnya siksaan itu bisa kapan saja dan penyebutan waktu di situ tidak mengikat, yakni bukan ikatan waktu turunnya azab, tapi itu menyebutkan bahwa azab Allah bisa datang kapan saja. Dan itu makna pada ayat di atas.
Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya.
[Dilansir
dari laman https://youtu.be/fKEGweRaVio]
Komentar
Posting Komentar