Oleh: Ustadz Dzulqarnain M Sunusi حَفِظَهُ اللهُ
Guru kami Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i رَحِمَهُ اللهُ, dari contoh pribadi yang menerapkan sunnah di dalam kehidupannya dan dari Nabi ﷺ, dan juga dari hadits yang disebutkan dalam kitab Fadhlail Shahabah, saya pelajari hadits tersebut langsung dari Syaikh Muqbil. Beliau mengajarkan bahwa di dalam hadits tersebut, Rasulullah ﷺ didatangi oleh seorang perempuan kemudian bertanya kepada Nabi ﷺ. Setelah dijawab, Nabi ﷺ berkata kepadanya, “Kamu kembali lagi di waktu lain.” Kata perempuan itu, “Kalau saya datang lagi wahai Rasulullah dan engkau telah meninggal, saya datang kepada siapa?” Kata Nabi ﷺ, “Engkau datang kepada Abu Bakar as-Sidiq - رَضِيَ اللهُ عَنْهُ -.”
Jadi kalau perempuan itu berhijab kemudian ada keperluan untuk bertanya atau keperluan syar’i seperti jual beli, itu diperbolehkan. Karena itu, Ibnu al-Qattan al-Fasi رَحِمَهُ اللهُ di dalam kitab Ahkamun Nadzhar menukil kesepakatan ulama bahwa adanya percampurbauran antara laki-laki dan perempuan di jalan atau pasar, itu dari hal yang dimaafkan. Sebab hal itu tidak bisa dihindari, karena orang juga perlu transaksi jual beli dan sebagainya.
Jadi kalau dia datang dengan hijab dan seterusnya, itu tidak ada masalah. Kalau misalnya perempuan yang ada di depannya tidak berhijab, ada sebagian dari aurat-auratnya tersingkap, di situlah posisi dimana orang-orang mungkin tidak mau berjumpa karena tidak bisa menundukkan pandangan atau ada hal-hal lain di dalam hal tersebut.
Tapi saya melihat dari guru-guru atau ulama-ulama kita di musim haji, mereka menjawab pertanyaan-pertanyaan para perempuan yang datang langsung dan terkadang duduk di depan mereka dimana sebagiannya tidak memakai tutup muka untuk bertanya. Mereka menjawab pertanyaan dengan menundukkan pandangan. Sehingga memang terkadang itu diperlukan karena jika tidak menjawab pertanyaannya, siapa lagi yang akan menerangkan hukum-hukum itu kepada mereka?
Jadi posisi-posisi itu kadang-kadang dilihat pada seorang alim atau guru terkait posisinya di mana, konteksnya apa, dan seperti bagaimana.
Semoga Allah memberi taufiq kepada semuanya.
[Dilansir
dari laman https://youtu.be/mVeay4xqfuA]
Komentar
Posting Komentar