Berlindung Kepada Allah dari Tekanan (Terlilit) Hutang

Oleh: Ustadz Abu Abdirrahman Yoyok حَفِظَهُ اللهُ

Surabaya, 12 Jumadil Akhir 1442 H / 25 Januari 2021 M

 

Disebutkan dalam sebuah hadits yang shahih dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, beliau berkata, “Rasulullah pernah berkata (dalam doa beliau), 

اَللَّهُمَّ إنِّيْ أعُوُذُبِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وغَلَبَةِ الْعَدُوِّ وَشَمَاتَةِ الْأعْدَاءِ

Allaahumma innii a'uudzubika min ghalabatid daini, wa ghalabatil 'aduwwi, wa syamaatatil a'daa-i. 

‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tekanan hutang, dari tekanan musuh, dan dari kegembiraan musuh (atas kekalahan kaum Muslimin)’.” [HR. an-Nasai (1/265), dan al-Hakim (1/531) dengan sanad yang dhaif atau lemah] 

Tetapi hadits tersebut memiliki penguat sebagaimana dalam hadits Anas (bin Malik) رَضِيَ اللهُ عَنْهُ yang diriwayatkan oleh al-Bukhari No.6369, dia berkata, “Rasulullah biasa berdoa, 

اللهم إني أعوذبك من الهم والحزن، والعجز والكسل، والجبن والبخل، وضلع الدين وغلبة الرجال

Allaahumma innii a'uudzubika minal hammi wal hazani, wal 'ajzi wal kasali, wal jubni wal bukhli, wa dhala'id daini wa ghalabatir rijaali. 

‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesedihan dan dukacita, dari kelemahan dan rasa malas, dari sifat penakut dan bakhil (kikir), dari tekanan hutang dan tekanan (penguasaan) orang-orang’.”   

Dikuatkan juga dengan hadits Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ yang diriwayatkan oleh Al-Imam al-Bukhari No.6347 dan Imam Muslim No.2707. 

Intinya, hadits tersebut di atas derajatnya Shahih bi Syawahidihi (shahih karena adanya penguat-penguatnya), Walhamdulillah..... 

Catatan: 

a.   Yang dimaksud dengan “tekanan hutang”, yaitu: banyak hutang atau terlilit hutang, hingga tidak kuasa / tidak mampu untuk membayarnya ! 

b.   Yang dimaksud dengan “tekanan musuh”, yaitu : tekanan musuh kepada kita, yang berupa kezaliman mereka terhadap harta benda kita, terhadap kehormatan kita, terhadap badan kita, dan sebagainya. 

Sama saja, apakah musuh kita itu musuh dari kalangan orang kafir atau dari kalangan kaum Muslimin yang zalim (berbuat aniaya terhadap orang lain). 

c.   Dan yang dimaksud dengan “kegembiraan musuh”, yaitu: kegembiraan atau kesenangan mereka terhadap kemadharatan yang menimpa kaum Muslimin.

 Faedah / pelajaran yang bisa diambil dari hadits yang mulia ini: 

1)  Sepantasnya bagi setiap Muslim berlindung kepada Allah تعالى dari tekanan hutang. 

Dan juga hendaknya dia berhati-hati dari banyak berhutang dengan sebisanya (yakni kalau mampu untuk tidak berhutang kepada siapapun). 

Mengapa demikian ? 

Ya, hal itu karena seseorang itu apabila dia berhutang (punya tanggungan hutang kepada orang lain), biasanya jika dia berkata maka akan banyak berdusta, dan jika dia berjanji seringnya adalah menyelisihi (tidak menepatinya). 

Sebagaimana hal itu juga dijelaskan oleh Nabi dalam hadits berikut ini : 

Nabi pernah juga berdoa seperti ini, 

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghram. 

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan dari hutang.” [HR. Al-Bukhari No.832 dan Muslim No.589] 

Ada seorang shahabat bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah , mengapa Anda sering memohon perlindungan (kepada Allah) dari tekanan/lilitan hutang (dengan membaca doa di atas)?” 

Beliau menjawab, 

إن الرجل إذا غرم حدث فكذب ووعد فأخلف

“Sesungguhnya seseorang itu apabila dia terlilit hutang, jika dia berbicara, maka (biasanya) dia berdusta. Dan jika dia berjanji, maka (biasanya) dia menyelisihi (mengingkari).” [HR. Al-Bukhari No.798] 

Al-Imam Ibnul Qoyyim رَحِمَهُ اللهُ pernah juga menjelaskan, “Nabi meminta perlindungan kepada Allah dari berbuat dosa dan dari banyak utang, hal itu karena banyak dosa itu akan mendatangkan kerugian di akhirat, sedangkan banyak hutang itu akan mendatangkan kerugian di dunia.” [Al-Fawa’id, hal. 57, penerbit Darul Aqidah] 

2)  Anjuran untuk berdoa dengan doa-doa tersebut di atas, agar Allah تعالى menjauhkan kita dari terlilit hutang. 

Dan kalau pun kita punya hutang, semoga dimudahkan bagi kita untuk membayarnya atau segera melunasinya. 

3)  Anjuran untuk berlindung kepada Allah تعالى dari tekanan (penguasaan) musuh serta kegembiraan mereka karena kekalahan dan kelemahan kaum Muslimin. 

Hal itu adalah sebagian bentuk hukuman atau azab dari Allah تعالى untuk kita kaum Muslimin, karena dosa-dosa kita sendiri. Semoga Allah تعالى melindungi kita dari kejelekan seperti ini. 

Demikianlah, semoga uraian yang ringkas ini bermanfaat sebagai nasihat untuk kita semuanya. 

Allahu yubaarik fiikum..... 

Komentar