Oleh: Ustadz Abu Sa'id Neno Triyono حَفِظَهُ اللهُ
Syaikhuna Sulthan al-Amiriy حَفِظَهُ اللهُ dalam kitabnya al-Fiqh al-Muyassar hal.74 menerangkan bahwa orang yang mendengar adzan setelah selesai adzan agar bershalawat lalu berdoa. Hal ini berdasarkan riwayat Muslim dari shahabi jalil Abdullah bin 'Amr ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ
فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى
عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللَّهَ لِي
الْوَسِيلَةَ ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا
لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللَّهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ
لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ
“Jika kalian mendengar adzan, maka katakanlah seperti yang dikatakannya, lalu bershalawat kepadaku, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sebanyak 10 kali, lalu mintalah kepada Allah wasilah untukku karena itu adalah kedudukan di surga, tidak akan diberikan kecuali kepada hamba pilihan dari para hamba Allah dan aku berharap itu adalah aku, barangsiapa yang memohonkan wasilah untukku, maka syafaat halal kepadanya.”
Syaikhuna mengatakan bahwa lafadz shalawatnya adalah seperti lafadz shalawat Ibrahimiyyah sebagaimana yang dibaca dalam tasyahud shalat atau bisa mengucapkan,
الَلهُمَّ صَلِّى وسَلَّمْ
عَلَى نَبِيِّيْنَا محمد
Adapun doanya, maka dijelaskan dalam riwayat Bukhari dari shahabi jalil Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang ketika mendengar adzan berdoa,
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ
الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ
وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
Maka halal syafaatku pada hari kiamat.”
Syaikhuna حَفِظَهُ اللهُ memberikan catatan atas tambahan lafadz doa yang sering diucapkan oleh orang-orang yaitu:
a) Tambahan “ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيعَة “, dilemahkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dan Imam al-Albani رحمهم الله.
Ana (Abu Sa'id) berkata, “Tambahan ini ada dalam riwayatnya Ibnu Suniy dalam 'Amal al-Yaum wa al-Lailah No.95 dengan lafadznya,
اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ، آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَالدَّرَجَةَ الرَّفِيعَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ
b) Tambahan “ إِنَّكَ
لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ “, dilemahkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar dan Imam
al-Albani رحمهم الله.
Ana (Abu Sa'id) berkata , “Tambahan ini ada dalam riwayatnya Baihaqi dalam Sunan Sugra No.296 dengan lafadznya,
اللَّهُمَّ إِنَّى
أَسْأَلُكَ بِحَقِّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ، وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ
آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا،
الَّذِي وَعَدْتَهُ إِنَّكَ لَا تُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Sekaligus juga adanya tambahan “ إِنَّى أَسْأَلُكَ بِحَقِّ “, nilainya juga lemah, sebagaimana didhaifkan oleh Imam al-Albani dalam Irwa’u al-Ghalil No.243, sekaligus beliau menginformasikan juga bahwa ada tambahan lagi “ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا “ dalam kitabnya Thahawi, yakni Syarah al-Ma’aniy al-Atsar No.895 dengan lafadznya,
اللهُمَّ رَبَّ
هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ أَعْطِ سَيِّدَنَا
مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ , وَابْعَثْهُ الْمَقَامَ الْمَحْمُودَ الَّذِي
وَعَدْتَهُ
Kata al-Imam al-Albani bahwa ini adalah mudraj (sisipan dari salah satu perawinya).
والله تعالى أعلم ...
[Dikutip dari akun FB beliau]
Komentar
Posting Komentar