Oleh: Ustadz Zaki Rakhmawan حَفِظَهُ اللهُ
Sebagian orang ada yang berpendapat, “Tidur siang paling enak adalah ketika khutbah Jum'at.” Benarkah pendapat ini?
بَارَكَ
اللهُ فيْكُمْ ....
Simaklah keterangan ringkas berikut:
Rasulullah ﷺ bersabda,
العين وِكَاء السَّهِ ، فإذا
نامت العينان استطلق الوكاء (رواه أحمد، 4/97،
وحسنه الألباني في صحيح الجامع، رقم 4148)
“Mata itu tali (penutup) dubur, kalau kedua mata tidur, maka tali itu terlepas.” [HR. Ahmad, (4/97), Abu Dawud No.203, dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Al-Jami No.4148)
الوِكَاء ) هو الخيط الَّذِي تُشَدّ بِهِ الْقِرْبَة )
السَّهِ ) أي : الدُّبُر )
Wika' (وكاء) adalah benang untuk mengikat qirbah (tempat minum dari kulit).
As-sahi (السه) yaitu dubur.
وَالْمَعْنَى : الْيَقَظَة وِكَاء الدُّبُر , أَيْ حَافِظَة مَا فِيهِ مِنْ الْخُرُوج ، لأَنَّهُ مَا دَامَ مُسْتَيْقِظًا أَحَسَّ بِمَا يَخْرُج مِنْهُ , فَإِذَا نَامَ اِنْحَلَّ الوكاء
وَقَالَ الطِّيبِيُّ : إِذَا
تَيَقَّظَ أَمْسَكَ مَا فِي بَطْنه , فَإِذَا نَامَ زَالَ اِخْتِيَاره
وَاسْتَرْخَتْ مَفَاصِله . اِنْتَهَى من "عون المعبود 1/231"
“Maksudnya bahwa terjaga itu merupakan tali dubur, yaitu penjaga sesuatu yang keluar darinya. Kalau dia masih terjaga akan merasakan apa yang keluar darinya. Kalau tidur, maka akan terlepas talinya.
At-Thayyibi berkata, ‘Kalau seseorang terjaga, dia dapat menahan apa yang ada di perutnya, namun kalau tertidur akan hilang pilihannya dan sendi-sendinya melemas’.” [Aunul Ma’bud Syarah Sunan Abi Dawud, (1/231), cet Daarul Hadits th.1422 H]
فإذا كان الإنسانُ لم يُحكِمْ
وكاءَه بحيث لو أحدث لم يحسَّ بنفسه فإن نومه ناقضٌ ، وإلا فلا
انظر : "الشرح
الممتع" (1/277)
“Kalau seseorang tidak dapat mengendalikan talinya yang sekiranya jika berhadats, dia tidak dapat merasakan pada dirinya, maka tidurnya itu membatalkan (wudhu), dan kalau tidak, maka hal itu tidak (membatalkan).” [Lihat kitab Asy-Syarhul-Mumti, (1/277). Cet. Daar Ibnul Jauzi 1422 H]
Dalil lainnya bahwa tidur (yang pulas) adalah pembatal wudhu, telah ada ketetapannya dalam hadits Sofwan bin Assal رَضِيَ اللهُ عَنْهُ dalam dalam kitab Sunan, dia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى
اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا إِذَا كُنَّا سَفَرًا أَنْ لا نَنْزِعَ
خِفَافَنَا ثَلاثَةَ أَيَّامٍ وَلَيَالِيهِنَّ إِلا مِنْ جَنَابَةٍ ، وَلَكِنْ
مِنْ غَائِطٍ وَبَوْلٍ وَنَوْمٍ (رواه
الترمذي، رقم 89، وحسنه الألباني)
“Rasulullah ﷺ memerintahkan kami agar tidak melepaskan khuf (kaos kaki kulit) kami selama tiga hari tiga malam jika kami dalam bepergian kecuali dari janabat. Akan tetapi (kami tidak perlu mencopot khuf) dari buang air besar, air kecil (kencing) dan tidur.” [HR. at-Tirmizi No.89, dihasankan oleh Syaikh al-Albani]
وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
[Dikutip dari akun FB beliau]
Komentar
Posting Komentar