Penjelasan Sunnah yang Wajib

Oleh: Ustadz Abdurrahman Thoyyib حَفِظَهُ اللهُ

 

Yakni sunnah tentang perintah untuk menyelisihi Yahudi dan Nashara, karena merupakan kewajiban untuk menyelisihi mereka. Sunnah itu jika dimuthlaq-an ada 4 makna, yakni:

1.   Metode hidupnya Rasulullah . Shalat 5 waktu itu sunnahnya Rasulullah karena setiap hari beliau shalat. Sehingga jangan disalah artikan bahwa shalat itu sunnah, karena sunnah yang dimaksud di sini adalah makna secara umum, yakni metode hidup Rasulullah . 

Dari Shahabat yang Mulia Anas bin Malik رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Rasulullah bersabda, 

فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

“Barangsiapa membenci sunnahku, maka ia bukan golonganku.” [HR. Bukhari dan Muslim] 

Hal ini termasuk ketiga orang yang tidak mau menikah, tidur malam, tidak mau berbuka atau terus berpuasa. Rasulullah mengatakan bahwa hal itu menyelisihi sunnah kehidupan Rasulullah .      

2.   Mustahab (dianjurkan atau hukum sunnah, dikerjakan dapat pahala, bila tidak dikerjakan tidak mengapa).

3.   Al Hadits.

4.   Aqidah. 

Ini bisa kita ketahui maknanya lewat redaksi ucapan. Contohnya ana berkata, “Bersiwak sebelum shalat itu sunnah.” Perkataan ini masuk ke makna kedua yakni mustahab. 

Kalau ana berkata, “Wajib bagi kita untuk berpegang teguh kepada al-Qur’an dan as-Sunnah,” maka as-Sunnah di sini bermakna al-Hadits. 

Ulama mengatakan, “Ushul sunnah adalah mengikuti jejak Rasulullah .” Maksud sunnah di sini adalah al-Aqidah. Oleh karenanya, ulama-ulama aqidah membuat karya-karya ilmiah tentang aqidah yang mereka beri judul “Kitab as-Sunnah”, “Syarhus Sunnah”, “Ushulus Sunnah”, dan lain-lain. 

وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Referensi:

https://youtu.be/DAvzHeLi9XY

Komentar