Mobil Pengiring Jenazah

Oleh: Ustadz Abu Fadel Majalengka حَفِظَهُ اللهُ تعالى

 

Sering dijumpai, ketika sebagian orang mengantar jenazah ke pekuburan, banyak kendaraan, baik motor atau mobil berada di depan jenazah. 

Apalagi si jenazah orang besar, tokoh masyarakat atau pejabat, lebih parah lagi deretan kendaraan di depan keranda jenazah. Ini menyelisihi sunnah. 

Yang benar seharusnya kendaraan di belakang jenazah. Kecuali kalau berjalan kaki, boleh di depan, di samping atau di belakang. 

Rasulullah bersabda, 

الراكب خلف الجنازة ، والماشي حيث شاء منها...

“Orang yang naik kendaraan hendaknya berada di belakang jenazah, orang yang berjalan terserah (di mana saja)...” [HR. Ahmad, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, dan mengatakan hadits hasan shahih] 

Rasulullah juga bersabda, 

الراكب يسير خلف الجنازة، والماشي حيث شاء منها، خلفها وأمامها، وعن يمينها، وعن يسارها، قريبا منها

“Seseorang yang berkendaraan berada di belakang jenazah. Sedangkan yang berjalan kaki, maka sekehendaknya, di belakang atau depannya, di sebelah kanan atau kirinya berdekatan dengan jenazah tersebut.” [HR. Abu Dawud, an-Nasa’i, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Baihaqi] 

Berkata Shahabat yang Mulia Anas bin Malik رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, 

أن رسول الله صلى الله عليه وآله وسلم وأبا بكر، وعمر رضي الله عنهما كانوا يمشون أمام الجنازة وخلفها. أخرجه الطحاوي

“Bahwasanya Rasulullah , Abu Bakar dan Umar dahulu mereka berjalan di depan jenazah dan di belakangnya ketika mengikutinya.” [HR. Thahawi, (1/278). Berkata Syeikh al-Albani, “Sanadnya shahih.”] 

Dari Salim, dari bapaknya رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, dia berkata, 

رأيت النبي صلى الله عليه وآله وسلم وأبا بكر، وعمر رضي الله عنهما يمشون أمام الجنازة

“Aku melihat Nabi , Abu Bakar, Umar رضي الله عنهما, mereka berjalan di depan jenazah.” [HR. Abu Dawud No.3181, Ibnu Majah No.1482, at-Tirmidzi No.1007, dan an-Nasai No.1944. Dishahihkan Syeikh al-Albani, (3/189)] 

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

Komentar