Jangan Minta Didoakan Kepada Orang yang Kita Beri Sedekah

Meminta didoakan kepada orang yang kita beri sedekah, maka nasihat para ulama adalah lebih baik tidak dilakukan. Dalam ayat al-Quran dijelaskan bahwa orang yang ikhlas adalah yang memberi makan hanya berharap wajah Allah جلّ وعلا tanpa meminta balasan apapun. 

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman, 

إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنْكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا

“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih.” [QS. al-Insan(76):9] 

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رَحِمَهُ اللهُ menjelaskan bahwa apabila meminta didoakan, maka keluar dari ayat ini. Beliau berkata, 

ومن طلب من الفقراء الدعاء أو الثناء خرج من هذه الآية

“Barangsiapa yang meminta didoakan oleh orang miskin atau meminta dipuji, maka keluar dari maksud ayat ini.” [Majmu’ Fatawa, (11/111)] 

Syariat Islam sendiri menganjurkan orang yang menerima sedekah untuk mendoakan orang yang memberikannya sedekah. 

Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى berfirman, 

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.” [QS. at-Taubah(9):103] 

Rasulullah juga mendoakan kepada mereka yang memberikan sedekah. Dari Shahabat yang Mulia Abdullah bin Abi Aufa ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, ia bercerita, 

أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أُتِيَ بِصَدَقَةٍ قَالَ: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِمْ. وَإِنَّ أَبِي أَتَاهُ بِصَدَقَتِهِ فَقَالَ: اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى آلِ أَبِي أَوْفَى

“Jika sedekah (zakat) dibawa ke hadapan Nabi , beliau pun berdoa (yang artinya), ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada mereka.’ Ayahku pernah membawa sedekah (zakat)nya, maka Nabi berdoa, ‘Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Abu Aufa’.” [HR. Bukhari, Muslim, dan selainnya. Lihat: Fat-hul Baari, (III/423)] 

وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Komentar