Beberapa Hunian Jin Atau Setan

Oleh: Ustadz Berik Said حَفِظَهُ اللهُ

 

Inilah beberapa tempat yang biasa dihuni setan/jin, maka hindari tempat-tempat ini semaksimal mungkin dan berlindunglah kepada Allah dari gangguannya jikapun kamu terpaksa memasukinya. 

Pertama, laut. 

Laut adalah ‘MABES’nya iblis. Dari sanalah iblis menugaskan anak buahnya untuk menjalankan berbagai misi jahat mereka menyesatkan dan menghancurkan kehidupan manusia. 

Karena itu saat kita sedang berada di lautan, hendaklah kita berlindung kepada Allah dari gangguan iblis/setan. 

Dalil masalah ini di antaranya sabda Nabi berikut, 

إنَّ إبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ على البحر، ثُمَّ يَبْعَثُ سَراياهُ،

“Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasana kerajaannya di atas lautan dan kemudian dari sana dia pun mengutus pasukannya…” [HR. Ahmad No.15119. Kata Syaikh Syu’aib al-Arnauth dalam Takhrij al Musnad No.15119, “Shahih atas syarat Muslim.”] 

Dalam riwayat lain, yakni riwayat Muslim No.2813, redaksinya, “di atas air.” 

Kedua, pasar. 

Pasar -termasuk di dalamnya Grage, Mall, dan sebagainya- merupakan tempat berhimpunnya para setan, maka berhati-hatilah. Usahakan tidak ‘berbetah-ria’ di pasar kecuali sekedar darurat semisal untuk berbelanja. 

Nabi bersabda, 

لاَ تَكُونَنَّ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَوَّلَ مَنْ يَدْخُلُ السُّوقَ وَلاَ آخِرَ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ

“Janganlah kalian menjadikan tempat pertama yang dimasuki adalah pasar, jangan pula tempat terakhir untuk keluar karena pasar adalah markasnya setan, dan di sana  ia tancapkan benderanya.” [HSR. Muslim No.2451] 

Ketiga, WC/toilet. 

Nabi mengingatkan, 

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ ، فَإِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ الْخَلَاءَ فَلْيَقُلْ : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

“Sesungguhnya TEMPAT BUANG HAJAT didiami setan, jika salah seorang di antara kalian masuk WC/kamar mandi, maka ucapkanlah, ‘A'uuzu billahi minal khubutsi wal khobaits’.” [HR. Abu Dawud No.6 dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ No.2263] 

Keempat, kamar mandi. 

Kamar mandi termasuk tempat orang biasanya buang hajat -semisal kencing-, maka di situ juga tempat jin biasa tinggal, sebagaimana haditsnya telah kami tulis pada masalah WC / toilet di atas. 

Juga berdasarkan sabda Nabi yang melarang shalat di kamar mandi, sebagaimana berikut, 

الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلاَّ الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

“Permukaan bumi itu semuanya masjid (bisa dijadikan tempat untuk shalat, pen) kecuali pekuburan dan kamar mandi.” [HR. Ibnu Majah No.612. Kata Syaikh al-Albani dalam Takhrij Misykaatul Mashoobih No.703, “Shahih.”] 

Kelima, pekuburan. 

Pekuburan juga tempat ‘mangkalnya’ setan. Bahkan dari dan di sana, setan bersemangat menggelincirkan manusia pada kebid’ahan dan kesyirikan. 

Karena itulah Nabi melarang seseorang shalat di pekuburan sebagaimana haditsnya telah ana tulis pada masalah kamar mandi di atas. 

Juga berdasarkan hadits, 

لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

“Janganlah jadikan rumah kalian seperti kuburan karena setan itu lari dari rumah yang di dalamnya dibacakan surat al-Baqarah.” [HSR. Muslim No.1860] 

Sisi pendalilan:

Hadits di atas mengibaratkan rumah yang sepi dari kuburan seperti kuburan. Lalu menghubungkan kuburan dengan setan. Ini menunjukkan kuburan memang tempat ‘mangkal’nya setan. 

Walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin, wa shallallaahu ‘alaa Muhamadin. 

وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Komentar