Oleh: Ustadz
Sofyan Chalid bin Idham Ruray حَفِظَهُ اللهُ
Bulan
Muharram adalah salah satu dari empat bulan haram (bulan yang dimuliakan), maka
dianjurkan memperbanyak amal shalih di bulan Muharram. Namun tidak ada amalan
khusus di bulan Muharram kecuali puasa.
Allah تعالى berfirman,
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ
عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُم ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ
فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi
Allah adalah 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan
bumi, di antaranya 4 bulan haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah
kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” [QS. at-Taubah(9): 36]
Dari Shahabat
yang Mulia Abu Bakrah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Rasulullah ﷺ bersabda,
السَّنَةُ
اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو
الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى
بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ
“Tahun itu terdiri dari 12 bulan,
diantaranya 4 bulan haram; tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan
Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada di antara
Jumaada dan Sya’ban.”
[HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Al-Imam Ibnu
Katsir رَحِمَهُ اللهُ berkata,
وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل
الصالح والأجر أعظم
“Dan Allah
ta’ala menjadikan dosa di bulan-bulan itu lebih besar, demikian pula amal saleh
dan pahala lebih agung.” [Tafsir Ibnu
Katsir, (4/148)]
Anjuran Memperbanyak Puasa di Bulan
Muharram
Dari Shahabat
yang Mulia Abu Hurairah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Rasulullah ﷺ bersabda,
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ
رَمَضَان شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ
صَلاَةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan
adalah puasa pada bulan Allah: Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat
wajib adalah shalat malam.”
[HR. Muslim]
Keutamaan Puasa Tasu’a (9 Muharram)
& ‘Asyuro (10 Muharram)
Dari Shahabat
yang Mulia Abu Qotadah رَضِيَ اللهُ عَنْهُ, Rasulullah ﷺ bersabda,
وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء
أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram),
aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” [HR. Muslim]
Dari Shahabat
yang Mulia Ibnu Abbas ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ,
Rasulullah ﷺ juga bersabda,
فَإِذَا كَانَ الْعَامُ
الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِع
“Maka tahun depan insya Allah kita
akan berpuasa di hari kesembilan juga.” [HR. Muslim]
وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ
وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ
Referensi:
https://youtu.be/nIiIzIsvks0
Komentar
Posting Komentar