Serial Hadits - Larangan Mencaci Orang Tua


Rujukan: Kitab Shahih Al-Adabil Mufrod karya Al-Imam Al-Bukhari رَحِمَهُ اللهُ

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو ، قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مِنَ الْكَبَائِرِ أَنْ يَشْتِمَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ، فَقَالُوا : كَيْفَ يَشْتِمُ؟، قَالَ : يَشْتِمُ الرَّجُلَ، فَيَشْتُمُ أَبَاهُ وَأُمَّهُ

Dari Abdullah bin 'Amr ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ , beliau berkata, Rasulullah bersabda, “Termasuk dosa besar, seseorang mencaci maki kedua orang tuanya.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana dia mencaci maki?” Rasulullah menjawab, “Dia mencaci seseorang, lalu orang itu balas mencaci maki bapak dan ibunya.” [Hadits Shahih, dalam kitab At-Ta'liqur-Raghib, 3/221; Muslim No.1, Kitabul Iman No.146; Al-Bukhari No.78, Kitabul Adab No.4, Bab La Yasubbur-Rajulu Walidaihi]

Shahabat yang Mulia Abdullah bin 'Amr ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ  berkata,

مِنَ الْكَبَائِرِ عِنْدَ اللَّهِ تَعَالَى أَنْ يَسْتَسِبَّ الرَّجُلُ لِوَالِدِهِ

“Termasuk dosa besar di sisi Allah سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى adalah seseorang menjadi sebab orang tuanya dicaci.”

وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Referensi:
Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray pada https://youtu.be/jEEyf2AsPiQ

Komentar