Oleh:
Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas حَفِظَهُ
اللهُ
Dalam kajian di Masjid Nurul Iman Cilangkap, Ahad,
20 Rajab 1441 H /15
Maret 2020 M.
A. Dalam pandangan syariat:
1. Setiap
musibah dan bencana apa pun itu yang menimpa individu atau menimpa khalayak ramai,
baik itu gempa bumi, kekeringan, kelaparan, penyakit, semua itu sudah dicatat
di kitab Lauhul Mahfuzh.
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash رضي الله عنه , Nabi ﷺ bersabda,
كَتَبَ اللهُ
مَقَادِيْرُ الخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ
بِخَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Allah
telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan
langit dan bumi.” [HR.
Muslim No.2653]
2. Bahwa
musibah yang menimpa kita, karena perbuatan dosa kita. Sebagaimana Allah تعالى berfirman,
وَمَآ أَصَٰبَكُم
مِّن مُّصِيبَةٖ فَبِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِيكُمۡ وَيَعۡفُواْ عَن كَثِيرٖ
"Dan
musibah apa pun yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu
sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu)." [QS. Asy-Syura(42): 30]
3. Apabila
wabah tersebut sudah menyebar, maka seorang muslim harus yakin bahwa tidak akan
menimpa kita kecuali apa apa yang telah Allah Ta'ala tetapkan.
Sebagaimana Allah تعالى berfirman :
قُل لَّن
يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوۡلَىٰنَاۚ وَعَلَى ٱللَّهِ
فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ
"Katakanlah
(Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah
bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah
orang-orang yang beriman.” [QS.
At-Taubah(9): 51]
Dan seorang muslim diajarkan ketika
keluar rumah agar berdoa :
Doa
Keluar Rumah
بِسْمِ اللهِ
تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ
Artinya: “Dengan nama Allah, aku
bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.” [HR.
Abu Dawud]
Dan kita juga harus mewaspadai tentang
sihir. Karena itu benar adanya. Sebagaimana firman Allah تعالى :
وَٱتَّبَعُوا۟ مَا
تَتْلُوا۟ ٱلشَّيَٰطِينُ عَلَىٰ مُلْكِ سُلَيْمَٰنَ ۖ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَٰنُ
وَلَٰكِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ كَفَرُوا۟ يُعَلِّمُونَ ٱلنَّاسَ ٱلسِّحْرَ وَمَآ
أُنزِلَ عَلَى ٱلْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَٰرُوتَ وَمَٰرُوتَ ۚ وَمَا يُعَلِّمَانِ
مِنْ أَحَدٍ حَتَّىٰ يَقُولَآ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ ۖ
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِۦ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَزَوْجِهِۦ
ۚ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِۦ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ
وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ ۚ وَلَقَدْ عَلِمُوا۟ لَمَنِ
ٱشْتَرَىٰهُ مَا لَهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ مِنْ خَلَٰقٍ ۚ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا۟
بِهِۦٓ أَنفُسَهُمْ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ
“Dan
mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan
Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal
Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan lah yang
kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang
diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut,
sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum
mengatakan: ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu
kafir.’ Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir
itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan
mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada
seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang
tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya
mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan
sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan
mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” [QS. Surat Al-Baqarah(2): 102]
B. Hal
hal yang harus kita lakukan:
1.
Menjaga
hak hak Allah تعالى, sebagaimana
dalam hadits :
عبْد الله بن
عَبّاسٍ -رَضِي اللهُ عَنْهُما- قالَ: كُنْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ
عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- يَوْمًا، فَقَالَ: ((يَا غُلاَمُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ
كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا
سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ
أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ
يَنْفَعُوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَإِنِ اجْتَمَعُوا عَلَى
أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلاَّ بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ
عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الأَقْلاَمُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ))
Abdullah bin ‘Abbas ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ menceritakan, “Suatu hari saya berada di
belakang Nabi ﷺ. Beliau
bersabda, ‘Nak, aku ajarkan kepadamu
beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di
hadapanmu. Jika engkau hendak meminta, mintalah kepada Allah, dan jika engkau
hendak memohon pertolongan, mohonlah kepada Allah. Ketahuilah, seandainya
seluruh umat bersatu untuk memberimu suatu keuntungan, maka hal itu tidak akan
kamu peroleh selain dari apa yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan andaipun
mereka bersatu untuk melakukan sesuatu yang membahayakanmu, maka hal itu tidak
akan membahayakanmu kecuali apa yang telah Allah tetapkan untuk dirimu. Pena
telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering’.” [HR. At Tirmidzi dan
Ahmad]
2.
Dzikir
pagi dan petang.
3.
Perbanyak
doa. Seperti doa:
عَنْ أَنَسٍ –
رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – : أَنَّ النَّبِيَّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ –
كَانَ يَقُوْلُ:
.(( اللَّهُمَّ
إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ البَرَصِ ، وَالجُنُونِ ، والجُذَامِ ، وَسَيِّيءِ
الأسْقَامِ ))
رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
بِإِسْنَادٍ صَحِيْحٍ.
Dari Anas رضي
الله عنه bahwa Nabi ﷺ mengucapkan, artinya: “Ya
Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kulit, gila, lepra, dan dari
penyakit yang jelek lainnya).” [HR. Abu Dawud No.1554; Ahmad 3:192. Syaikh
Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaliy
dalam Bahjah An-Nazhirin juga
menyatakan bahwa sanad hadits ini sahih]
4. Kita
harus kembali kepada Allah dan bertaubat serta memperbanyak istighfar. Allah
Azza wa Jalla berfirman:
وَبَلَوْنَاهُمْ
بِالْحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
“Dan
Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk,
agar mereka kembali (kepada kebenaran).” [Al-A’raf(7): 168]
Allah تعالى
berfirman,
وَأَنِ
اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعاً حَسَناً
إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى
“Dan
hendaklah kamu meminta ampun [istigfar] kepada Tuhanmu dan bertaubat
kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian),niscaya Dia akan memberi
kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah
ditentukan.” [QS. Hud(11):
3]
5.
Jangan
menakut nakuti kaum muslimin. Nabi ﷺ bersabda,
لاَ يَحِلُّ
لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak
halal bagi seorang muslim menakut-nakuti muslim yang lain.” [Shahih
Sunan Abi Dawud]
Semoga
Allah تعالى senantiasa
melindungi kita semua dan kaum muslimin dari segala marabahaya.
آمِيْن
بَارَكَ
اللهُ فيْكُمْ
Ditulis
dari catatan tangan Abu Fatimah di kota kembang Bandung dan beberapa sumber
lain.
Komentar
Posting Komentar