6. Memohon
keselamatan dan keamanan di dunia dan akhirat, serta perlindungan dari keburukan
yang datang dari segala penjuru (dibaca 1 kali pagi dan petang)
Dari Abdullah bin Umar ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, beliau berkata,
“Rasulullah ﷺ tidak pernah
meninggalkan doa ini setiap pagi dan petang,
اللَّهُمَّ إِنِّي
أَسْأَلُكَ العافِيَـةَ فـي الدُّنيا والآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ
العَفْوَ والعافِيَـةَ فـي دِيني ودُنْـيايَ وأَهْلِي ومالِي، اللَّهُمَّ اسْتُـرْ
عَوْراتِي، وآمِنْ رَوْعاتِي، اللَّهُمَّ احْفَظْنِـي مِنْ بَـيْنِ يَدَيَّ، ومِنْ
خَلْفِي، وعَنْ يَمِيـنِـي، وعَنْ شِمالِي، ومِنْ فَوْقِي، وأَعُوذُ بِعَظَمَـتِكَ
أَنْ أُغْتالَ مِنْ تَحْتِـي
‘Ya
Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keselamatan di dunia dan akhirat. Ya
Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pemaafan dan keselamatan dalam agama,
dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku dan tenteramkanlah aku
dari rasa takut. Ya Allah, jagalah aku dari arah depan, belakang, kanan, kiri
serta atasku, dan aku berlindung dengan keagungan-Mu, dari ditenggelamkan dari
arah bawahku (tertimpa malapetaka tanpa aku sadari)’." [HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah,
Shahih Al-Adab Al-Mufrod: 916]
7. Memohon
keselamatan untuk badan, pendengaran, dan penglihatan, serta meminta perlindungan
dari keburukan dunia dan akhirat (dibaca 3 kali pagi dan sore)
اللَّهُمَّ عَافِنِي
فِي بَدَنِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي سَمْعِي، اللَّهُمَّ عَافِنِي فِي بَصَرِي،
لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ،
وَالْفَقْرِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لَا إِلَهَ
إِلَّا أَنْتَ
“Ya
Allah selamatkanlah badanku, ya Allah selamatkanlah pendengaranku, ya Allah
selamatkanlah penglihatanku, tidak ada yang berhak disembah selain Engkau.Ya
Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran, ya Allah aku
berlindung kepada-Mu dari azab kubur, tidak ada yang berhak disembah selain
Engkau.”
Sahabat yang mulia Abu Bakrah رضي الله عنه selalu membaca
doa ini, maka beliau pernah ditanya oleh putranya, Abdur Rahman bin Abi Bakrah,
tentang doa yang selalu beliau baca ini, maka beliau menjawab,
إنِّي سَمِعْتُ
رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدْعُو بِهِنَّ فَأَنَا أُحِبُّ
أَنْ أَسْتَنَّ بِسُنَّتِهِ
“Sungguh aku pernah mendengar
Rasulullah ﷺ membaca doa ini,
maka aku ingin untuk meneladani sunnah beliau.” [HR. Abu Dawud, Shahih Al-Adab Al-Mufrod: 542]
8. Memohon
perlindungan dari membahayakan diri sendiri dan orang lain (termasuk tertular
atau menularkan penyakit) (dibaca 1 kali pagi, sore, dan sebelum tidur)
اللَّهُمَّ فَاطِرَ
السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ، عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، لَا إِلَهَ إِلَّا
أَنْتَ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيكَهُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِي، وَمِنْ
شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِي سُوءًا، أَوْ
أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
“Ya
Allah Pencipta langit dan bumi, yang Maha Mengetahui yang Nampak maupun yang
tersembunyi, tidak ada yang berhak disembah selain Engkau, Rabb segala sesuatu
dan Penguasanya, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, dari keburukan
setan dan ajakannya kepada dosa syirik, dan dari menimpakan keburukan kepada
diriku sendiri, atau aku menimpakannya kepada seorang muslim.” [HR. Ahmad dan At-Tirmidzi dari Abu
Bakr رضي الله عنه, Shahih Al-Adab Al-Mufrod: 917]
Al-Imam Ibnul Qoyyim رَحِمَهُ اللهُ berkata,
قد تضمن هذا الحديث
الاستعاذة من الشر وأسبابه وغايته فإن الشر كله إما أن يصدر من النفس أو من
الشيطان. وغايته إما أن يعود على العامل أو على أخيه المسلم فتضمن الحديث مصدري
الشر الذي يصدر عنهما وغايتيه اللتين يصل إليهما
“Hadits ini mencakup permohonan agar
dilindungi Allah dari keburukan, sebab-sebabnya dan tujuannya, karena keburukan
seluruhnya bersumber dari diri kita atau dari setan, dan tujuannya agar
tertimpa kepada pelaku keburukan itu atau kepada saudaranya sesama muslim, maka
hadits ini mencakup permohonan agar dilindungi Allah dari dua sumber keburukan
(diri kita dan setan) dan dua tujuannya (agar tertimpa keburukan kepada diri
kita dan saudara sesama muslim).” [Faidhul
Qodir, 4/521]
9. Berlindung
kepada Allah ‘Azza wa Jalla dari semua makhluk yang buruk (dibaca 3 kali sore
dan setiap mendatangi satu tempat)
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ
اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
"Aku
berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari keburukan
makhluk."
Keterangan:
a) Dibaca di waktu sore berdasarkan HR.
Muslim dari Abu Hurairah رضي الله عنه.
b) Dibaca 3 kali di waktu sore
berdasarkan HR. Ahmad dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah رضي الله عنهdalam kitab Shahih At-Targhib: 652.
c) Dibaca setiap mendatangi suatu tempat
berdasarkan HR. Muslim dari Khaulah binti Hakim As-Sulamiyyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا .
10. Membaca
doa saat keluar rumah
بِسْمِ اللَّهِ،
تَـوكَّلْتُ على اللَّهِ، لا حوْلَ ولا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ
"Dengan
nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah, tidak ada upaya dan kekuatan kecuali
dengan pertolongan Allah."
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه , Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذا خَرَجَ
الرَّجُلُ مِنْ بَـيْـتِـهِ فقالَ: «بِسْمِ اللَّهِ، تَـوكَّلْتُ على اللَّهِ، لا
حوْلَ ولا قُوَّةَ إِلا بِاللَّهِ» -قـال:- يُـقـالُ حِـيـنَــئِـذٍ: هُدِيتَ،
وَكُـفِيتَ، وَوُقِيتَ، فتَـتَـنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِـينُ، فَـيقُولُ لَهُ
شيـطانٌ آخَـرُ: كيفَ لك بِرَجُلٍ قَـدْ هُـدِيَ وكُـفِـيَ ووُقِـيَ؟
"Apabila
seseorang keluar dari rumahnya seraya membaca, "Dengan nama Allah, aku
bertawakkal kepada Allah, tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan
pertolongan Allah", maka akan dikatakan kepadanya ketika itu: Engkau telah
diberi hidayah, dicukupi dan dilindungi. Lalu setan menjauh darinya, maka setan
yang lain berkata: Bagaimana kamu akan mencelakakan orang yang telah diberi
hidayah, dicukupi dan dilindungi!?" [HR. Abu Dawud, Shahih
Al-Jaami’: 227]
Kedua: doa dan dzikir
yang muthlaq (tidak terikat dengan waktu)
11.
Doa
Nabi Yunus عليه السلام,
لَا إِلَهَ إِلَّا
أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ
"Tiada
yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku termasuk
orang-orang yang zalim."
[QS. Al-Anbiya’(21): 87]
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash رضي الله عنه , Rasulullah ﷺ bersabda,
دَعْوَةُ ذِي
النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِي بَطْنِ الحُوتِ: لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا
رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِي شَيْءٍ قَطُّ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
"Doa
Dzun Nun (Nabi Yunus 'alaihissalam) ketika beliau membacanya di dalam perut
ikan, ‘Tiada yang berhak disembah selain Engkau, Maha Suci Engkau, sungguh aku
termasuk orang-orang yang zalim’. Tidaklah seorang muslim berdoa dengannya
dalam semua keadaan, kecuali Allah akan mengabulkannya." [HR. Ahmad dan At-Tirmidzi, Shahihul Jaami’: 3383]
Al-'Allamah Ibnul Qoyyim رَحِمَهُ اللهُ ,
فَمَا دفعت شَدَائِد
الدُّنْيَا بِمثل التَّوْحِيد وَلذَلِك كَانَ دُعَاء الكرب بِالتَّوْحِيدِ ودعوة
ذِي النُّون الَّتِي مَا دَعَا بهَا مكروب إِلَّا فرّج الله كربه بِالتَّوْحِيدِ
فَلَا يلقى فِي الكرب الْعِظَام إِلَّا الشّرك وَلَا يُنجي مِنْهَا إِلَّا
التَّوْحِيد فَهُوَ مفزع الخليقة وملجؤها وحصنها وغياثها وَبِاللَّهِ التَّوْفِيق
"Tidak ada yang seperti tauhid
dalam menolak musibah-musibah yang terjadi di dunia. Oleh karena itu doa agar
dihilangkannya kesusahan adalah dengan tauhid. Dan doa Nabi Yunus di dalam
perut ikan yang beliau panjatkan agar Allah menyelamatkan dan mengeluarkannya dari
kesusahan adalah dengan Tauhid.
Tidak ada yang dapat menjerumuskan ke
dalam kesusahan-kesusahan yang terbesar kecuali dosa syirik. Dan tidak ada yang
bisa menyelamatkan darinya kecuali dengan tauhid. Maka tauhid adalah sebab
terlindungi, terjaga, terbentengi dan terselamatkannya alam semesta, dan hanya
Allah yang memberikan taufiq." [Al-Fawaaid
hal.53]
12. Memohon
kebaikan dunia dan akhirat, dan perlindungan dari neraka (doa yang paling sering
dibaca oleh Nabi ﷺ)
اللَّهُمَّ رَبَّنَا
آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ
النَّارِ
“Ya
Allah Rabb kami, berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di
akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas
bin Malik رضي الله عنه ]
13. Memohon
agar kenikmatan dan kesehatan tidak hilang
اللهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ
نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
“Ya
Allah aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya kenikmatan dari-Mu, dan dari lenyapnya
keselamatan dari-Mu, dan dari datangnya azab-Mu secara tiba-tiba, dan dari
semua kemarahan-Mu.”
[HR. Muslim dari Ibnu Umar ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ
ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ]
14. Doa
penghilang kesusahan dan kesedihan (1)
لَا إِلَهَ إِلَّا
اللهُ الْعَظِيمُ الْحَلِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ الْعَرْشِ
الْعَظِيمِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَرَبُّ الْأَرْضِ
وَرَبُّ الْعَرْشِ الْكَرِيمِ
“Tidak
ada yang berhak disembah selain Allah, yang Maha Agung lagi Maha Penyantun,
tidak ada yang berhak disembah selain Allah, Penguasa ‘arsy yang agung, tidak
ada yang berhak disembah selain Allah, Penguasa langit, Penguasa bumi dan
Penguasa ‘arsy yang mulia.”
[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas ﺭَﺿِﻲَ
ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ]
Al-Imam Ath-Thobari رَحِمَهُ اللهُ berkata,
كَانَ السَّلَفُ
يَدْعُونَ بِهِ وَيُسَمُّونَهُ دُعَاءَ الْكَرْبِ
"Dahulu generasi Salaf sering
membaca doa ini, dan mereka menamakannya: Doa saat kesusahan." [Syarhu Muslim, 17/47]
Al-Imam An-Nawawi رَحِمَهُ اللهُ berkata,
وَهُوَ حَدِيثٌ
جَلِيلٌ يَنْبَغِي الِاعْتِنَاءُ بِهِ وَالْإِكْثَارُ مِنْهُ عِنْدَ الْكُرَبِ
وَالْأُمُورِ الْعَظِيمَةِ
“Ini adalah doa yang agung, sepatutnya
diperhatikan dan diperbanyak membacanya dalam kondisi genting dan menghadapi
masalah-masalah besar.” [Syarhu Muslim,
17/47]
15. Doa
penghilang kesusahan dan kesedihan (2)
اللَّهُ، اللَّهُ
رَبِّي لَا أُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا
“Allah,
Allah Rabbku, aku tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun.” [HR. Abu Dawud dari Asma binti ‘Umais
رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا dalam
kitab Shahih Abi Dawud: 1364]
16. Doa
penghilang kesusahan dan kesedihan (3)
اللَّهُمَّ
رَحْمَتَكَ أَرْجُو، فَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ، وَأَصْلِحْ
لِي شَأْنِي كُلَّهُ، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ
“Ya
Allah rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau biarkan aku sendiri tanpa mendapat
pertolongan dari-Mu walau hanya sekejap mata, perbaikilah semua urusanku, tidak
ada yang berhak disembah selain Engkau.” [HR. Abu Dawud dari Abu Bakrah رضي
الله عنه dalam
kitab Shahih Al-Adab Al-Mufrod: 542]
17. Doa
penghilang kesusahan dan kesedihan (4)
dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim ditimpa kegundahan
dan kesedihan, kemudian ia membaca,
اللَّهُمَّ إِنِّي
عَبْدُكَ، ابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ
حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ
بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي
كِتَابِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ
الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ
هَمِّي
‘Ya
Allah sesunnguhnya aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu yang laki-laki, dan anak
hamba-Mu yang perempuan, ubun-ubunku ada di tangan-Mu, berlaku atasku hokum-Mu,
adil bagiku ketetapan-Mu, maka aku mohon kepada-Mu dengan setiap nama-Mu yang
Engkau namakan untuk diri-Mu, atau engkau ajarkan kepada salah satu makhluk-Mu,
atau engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau engkau khususkan dalam ilmu ghaib di
sisi-Mu, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penenang hatiku, cahaya di dadaku, penghilang
kesedihanku dan pelenyap kegundahanku.’
Kecuali
Allah akan menghilangkan kegundahan dan kesedihannya, dan menggantinya dangan
kegembiraan.”
Dikatakan kepada beliau: “Wahai
Rasulullah, tidakkah kita mempelajari doa ini?” Beliau bersabda: “Tentu, siapa saja yang mendengarnya
hendaklah mempelajarinya.” [HR. Ahmad dan Ibnu Hibban, Ash-Shahihah: 199]
Bersambung...
Referensi:
https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1538249659657844
seperti dinukil dari WAG Taawundakwah.com [L28]
Komentar
Posting Komentar