Dari
Aisyah رَضِيَ
اللَّهُ عَنْهَا, beliau
bercerita,
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ: الَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا
أَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ
"Aku
pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ (terkait QS.
Al-Mu’minun(23): 60) ‘Dan orang-orang
yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut.’
أَهُوَ الرَّجُلُ يَزْنِى وَيَسْرِقُ وَيَشْرَبُ
الْخَمْرَ قَالَ لاَ يَا بِنْتَ أَبِى بَكْرٍ أَوْ لاَ يا بِنْتَ الصِّدِّيقِ
وَلَكِنَّهُ الرَّجُلُ يَصُومُ وَيُصَلِّى وَيَتَصَدَّقُ وَهُوَ يَخَافُ أَنْ لا
يُقْبَلَ مِنْهُ.
Apakah
ayat itu ditujukan kepada pezina, pencuri, dan pemabuk ? Beliau ﷺ menjawab, ‘Tidak wahai putri Abu Bakar atau tidak
wahai putri As Shiddiq. Akan tetapi ayat itu ditujukan kepada seseorang yang
rajin berpuasa, shalat, bersedekah (namun dalam keadaan) mereka takut segala
amal kebaikannya itu tidak diterima (oleh Allah)’.” [HR. Ibnu Majah No.3403,
Ahmad No.26453, dan lainnya. Kata Syaikh Al Albani dalam Shahih Ibnu Majah 3403: “Hasan”]
Seorang
tabi’in yakni Imam Hasan Al Basri رَحِمَهُ
اللهُ berkata,
ﻟﻘﺪ
ﺃﺩﺭﻛﻨﺎ ﺃﻗﻮﺍﻣﺎ ﻛﺎﻧﻮﺍ ﻣﻦ ﺣﺴﻨﺎﺗﻬﻢ ﺃﻥ ﺗﺮﺩ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺃﺷﻔﻖ ﻣﻨﻜﻢ ﻋﻠﻰ ﺳﻴﺌﺎﺗﻜﻢ ﺃﻥ ﺗﻌﺬﺑﻮﺍ
ﻋﻠﻴﻬﺎ.
“Kami telah menjumpai beberapa
kaum (Salaf) yang kekhawatiran akan ditolaknya amal kebajikan mereka lebih
dahsyat dibandingkan ketakutan kalian terhadap adzab akibat atas dosa yang
kalian perbuat.” [Al Jaami’ li Ahkaamil Quran XII: 123]
والله
تعالى أعلم بالحق والصواب
Referensi:
Ustadz
Berik Said pada laman http://dakwahmanhajsalaf.com/2019/10/kekhawatiran-akan-ditolaknya-amal-kebaikan.html
Komentar
Posting Komentar