Sambungan
dari bag.1
13. Hadits:
خِيَرَةُ اللهِ مِن
الشُّهورِ شَهرُ رجبٍ، وَهُوَ شَهرُ اللهِ، مَنْ عَظّمَ شَهرَ رَجب فَقَدْ عَظّم
أمرَ اللهِ، وَمَن عَظّمَ أمرَ اللهِ أَدْخَلَهُ جَنّاتِ النّعِيمِ وَأَوجَبَ لَه
“Pilihan
Allah dari bulan-bulan yang ada adalah jatuh pada bulan Rajab, dia adalah bulan
Allah, barangsiapa yang mengagungkan bulan Rajab, maka sungguh dia telah
mengagungkan perintah Allah, dan barangsiapa yang mengagungkan perintah Allah,
maka Allah akan masukkan dia ke dalam surga yang penuh kenikmatan, dan itu
pasti buat dia.” [hadits maudhu']
14. Hadits:
“Barangsiapa yang shalat pada malam pertengahan bulan
Rajab, sebanyak 14 rakaat, setiap rakaat membaca Al Fatihah sekali dan surat Al
Ikhlas 20 kali…”
Taarikh hadits:
Hadits maudhu, sebagaimana
keterangan Ibnul Jauzi dalam Al
Maudhu’at, 2:126, Ibnu Hajar dalam Tabyinul
‘Ajab, Hal. 25, As Syaukani dalam Al
Fawaid Al Majmu’ah, Hal. 50.
15. Hadits:
إِنّ شّهرَ رَجبٍ
شهرٌ عظيمٌ مَنْ صامَ فِيه يَومًا كَتَبَ اللهُ بِه صَومَ ألْفِ سَنَةٍ
“Sesungguhnya bulan Rajab adalah bulan yang agung,
siapa yang berpuasa sehari, Allah akan mencatat baginya puasa seribu tahun…”
Taarikh hadits:
Hadits palsu, sebagaimana keterangan Ibnul
Jauzi dalam Al Maudhu’at, 2:206–207, Ibnu
Hajar dalam Tabyinul ‘Ajab Hal. 26,
As Syaukani dalam Al Fawaid Al Majmu’ah
Hal. 101, As Suyuthi dalam Al Lali’ Al
Mashnu’ah, 2:115.
16. Hadits:
مَنْ صَامَ ثلاثةَ
أيّامٍ مِن شَهرٍ حَرامٍ كَتَبَ اللهُ عِبادةَ تِسْعِمِائَةِ سَنَةٍ
“Barangsiapa
yang berpuasa tiga hari pada bulan haram, Allah tulis baginya (pahala) ibadah
selama 900 tahun.” [hadits dha'if]
17. Hadits:
إنّ شَهرَ رجبٍ شهرٌ
عظيمٌ مَنْ صامَ مِنهُ يَوماً كَتبَ اللهُ لَه صومَ أَلْفِ سَنَةٍ وَمَنْ صامَ
يَومَيْنِ كَتَبَ الله له صيامَ أَلْفَيْ سَنَةٍ وَمَنْ صام ثلاثةَ أيّامٍ كَتب
الله له صيامَ ثلاثةِ ألفِ سَنة ومَن صامَ مِن رجبٍ سَبعةَ أيّامٍ أُغْلِقَتْ عنه
أبوابُ جهنّمَ وَمَن صامَ مِنهُ ثَمانِيَةَ أيّامٍ فُتِحَتْ له أبوابُ الْجَنّةِ
الثّمانِيةُ يَدخُلُ مِن أَيِّها يَشَاءُ...
“Sesungguhnya
bulan Rajab adalah bulan yang agung, barangsiapa yang berpuasa sehari, Allah
tuliskan baginya puasa seribu tahun, barangsiapa berpuasa dua hari, Allah
tuliskan baginya puasa 2000 tahun, barangsiapa yang berpuasa tiga hari, Allah
tuliskan baginya puasa 3000 tahun, barangsiapa berpuasa di bulan Rajab selama
tujuh hari, maka pintu-pintu jahannam tertutup darinya, barangsiapa yang
berpuasa delapan hari, pintu-pintu al-jannah yang delapan akan dibuka untuknya,
dia dipersilakan masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki……” [hadits
maudhu']
18. Hadits:
مَن صامَ يوماً مِن
رجب كانَ كَصِيامِ سَنةٍ، ومن صام سَبعةَ أيّامٍ غُلِّقَتْ عَنهُ أبوابُ جَهَنّمَ
ومَن صامَ ثَمانِيةَ أيّامٍ فُتِحَتْ لَه ثَمَانِيةُ أبوابِ الْجَنّةِ وَمن صامَ
عَشْرَةَ أيّامٍ لَمْ يَسْأَلِ اللهَ شيئاً إلاّ أعطاهُ اللهُ ومَن صامَ خَمسةَ
عَشَرَ يوماً نَادى مُنادٍ فِي السّماءِ قَدْ غُفِرَ لَكَ مَا سَلَفَ
“Barangsiapa
yang berpuasa sehari pada bulan Rajab, maka dia akan mendapatkan pahala seperti
berpuasa selama setahun, barangsiapa yang berpuasa selama tujuh hari,
pintu-pintu jahannam akan tertutup darinya, barangsiapa yang berpuasa selama
delapan hari, maka delapan pintu al-jannah akan terbuka untuknya, barangsiapa
yang berpuasa selama sepuluh hari, maka tidaklah dia memohon sesuatu kepada
Allah kecuali pasti Allah beri, dan barangsiapa yang berpuasa selama 15 hari, maka
ada penyeru dari langit yang akan memanggil dia: sungguh dosa-dosamu yang telah
lalu telah terampuni.”
[hadits maudhu']
19. Hadits:
مَن صامَ يوماً مِن
رَجَبٍ وصَلّى فِيهِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ يَقْرَأُ فِي أوّلِ رَكْعَةٍ مِائَةَ
مَرّةٍ آيةَ الْكُرسِي، وَفِي الرّكْعةِ الثّانِيَةِ قُل هُو الله أحَدٌ مِائَةَ
مَرّةٍ لَمْ يَمُتْ حَتّى يَرَى مَقْعَدَهُ مِن الْجَنّةِ أَوْ يُرَى لَهُ
“Barangsiapa
yang berpuasa sehari pada bulan Rajab, dan shalat empat rakaat yang pada rakaat
pertama membaca ayat kursi sebanyak seratus kali, kemudian pada rakaat kedua
membaca ‘qul huwallahu ahad’ seratus kali, maka tidaklah dia meninggal sampai
dia melihat tempat duduknya di al-jannah atau diperlihatkan kepadanya.”
Taarikh
hadits:
Kata Ibnul Jauzy: “Hadits ini palsu,
dan rawi-rawinya majhul serta seorang perawi yang bernama ‘Utsman bin ‘Atha’
adalah perawi matruk menurut para Ahli Hadits.” [Al-Maudhu’at (II/123-124)]
Menurut al-Hafizh Ibnu Hajar
al-‘Asqalany, ‘Utsman bin ‘Atha’ adalah rawi yang lemah. [Lihat Taqriibut
Tahdziib (I/663 no. 4518)]
Kesimpulan:
merupakan hadits maudhu'.
20. Hadits:
مَنْ أَحْيَا
لَيْلَةً مِن رجبٍ وصَامَ يوماً، أَطْعَمَهُ الله مِن ثِمارِ الْجَنّةِ، وَكَساهُ
مِن حُلَلِ الْجَنّة وسَقاهُ مِن الرّحِيقِ الْمَخْتُومِ، إِلاّ مَنْ فَعَلَ
ثَلاثاً : مَنْ قَتَلَ نَفْساً، أَوْ سَمِع مُسْتَغِيثاً يَسْتَغِيْثُ بِلَيْلٍ أو
نَهارٍ فَلَم يُغِثْهُ ، أَو شَكَا إِليه أَخُوهُ حَاجَةً فَلَمْ يُفَرِّجْ عَنهُ.
“Barangsiapa
yang menghidupkan satu malam di bulan Rajab dan berpuasa sehari di bulan
tersebut, maka Allah akan memberikan dia makanan dari buah-buahan al-jannah,
pakaian dari al-jannah, dan minuman dari ar-rahiqul makhtum, kecuali orang yang
melakukan tiga perbuatan: (1) orang yang membunuh satu jiwa, atau (2) mendengar
orang lain meminta minum, malam maupun siang tetapi dia tidak mau
memberikannya, atau (3) ada saudaranya yang mengeluhkan kepadanya suatu
kebutuhannya, namun dia tidak mau memberikan jalan keluar untuknya.” [hadits
maudhu']
21. Hadits:
خَمسُ لَيالٍ لاَ
تُردُّ فِيهِنّ الدّعْوَةُ : أَوّلُ لَيلةٍ مِن رَجَبٍ، وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِن
شَعبانَ، وَلَيْلَةُ الْجُمُعةِ، وَليلةُ الْفِطْرِ، وَلَيلةُ النّحْرِ
“Ada
lima malam yang jika sebuah doa dipanjatkan padanya, maka tidak akan tertolak:
(1) malam pertama bulan Rajab, (2) malam nishfu (pertengahan) Sya’ban, (3)
malam Jum’at, (4) malam ‘idul fithri, (2) malam hari Nahr (malam 10
Dzulhijjah).” [hadits maudhu']
22. Hadits:
أَكْثِرُوا مِن
الاسْتِغْفارِ فِي شهرِ رَجَبٍ، فَإِنّ لِلّهِ فِي كُلِّ سَاعةٍ مِنه عُتقاءَ مِن
النّارِ، وَإِنّ لِلّهِ مَدَائِنَ لاَ يَدخُلُها إِلاّ مَن صامَ رَجَب
“Perbanyaklah
istighfar pada bulan Rajab, karena sesungguhnya pada setiap waktu Allah memiliki hamba-hamba-Nya yang akan
dibebaskan dari neraka,dan seungguhnya Allah memiliki kota-kota yang tidaklah
ada yang bisa memasukinya kecuali orang yang berpuasa Rajab.” [hadits
bathil]
23. Hadits:
بُعِثْتُ نَبِياً
فِي السّابِع وَالْعِشْرِينَ مِن رجبٍ، فَمن صامَ ذلك اليومَ كانَ كَفّارَةُ
سِتِّيْنَ شَهْراً.
“Aku
diutus sebagai nabi pada 27 Rajab, barangsiapa yang berpuasa pada hari itu, maka
itu sebagai kaffarah (penebus dosa) selama 60 bulan.” [hadits
munkar]
24. Hadits:
أَنّ اللهَ أَمَرَ
نُوحاً بِعَمَلِ السّفِينَةِ فِي رَجَبٍ وَأَمَرَ الْمُؤمِنِيْنَ الّذِينَ مَعَهُ
بِصِيامِهِ.
“Sesungguhnya
Allah memerintahkan nabi Nuh untuk membuat perahu pada bulan Rajab dan
memerintahkan kaum mukminin yang bersama beliau untuk berpuasa.” [hadits
maudhu']
25. Hadits:
مَن صامَ مِن كُلِّ
شَهرٍ حَرامٍ : الْخَمِيس، والْجُمُعة، والسّبْت كُتِبتْ لَه عِبَادَةُ
سَبْعِمِائةِ سَنَة.
“Barangsiapa
yang berpuasa pada setiap bulan haram hari Kamis, Jum’at, dan Sabtu, maka akan dituliskan baginya pahala
ibadah selama 700 tahun.”
[hadits dha'if]
26.
Hadits:
مَنْ صَامَ يَوْماً مِنْ رَجَبٍ عَدَلَ
صِيَامَ شَهْرٍ
“Barangsiapa puasa satu hari di bulan
Rajab (ganjarannya) sama dengan berpuasa satu bulan.”
Taarikh hadits:
Hadits
ini diriwayatkan oleh al-Hafizh dari Abu Dzarr secara marfu’. Dalam sanad hadits
ini ada perawi yang bernama al-Furaat bin as-Saa-ib, dia adalah seorang rawi
yang matruk. [Lihat al-Fawaa-id al-Majmu’ah No.290]
Kata
Imam an-Nasa-i: “Furaat bin as-Saa-ib Matrukul hadits.” Dan kata Imam
al-Bukhari dalam Tarikhul Kabir: “Para ahli hadits meninggalkannya,
karena dia seorang rawi munkarul hadits, serta dia termasuk rawi yang matruk
kata Imam ad-Daraquthni.” [Lihat adh-Dhu’afa wa Matrukin oleh Imam an-Nasa-i
No.512, al-Jarh wat Ta’dil (VII/80), Mizaanul I’tidal (III/341)
dan Lisaanul Mizaan (IV/430)]
Kesimpulan: Merupakan hadits yang sangat lemah.
PENJELASAN ULAMA BESAR MADZHAB SYAFI'I
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani رَحِمَهُ اللهُ berkata,
لم يرد في فضل شهر رجب ولا في
صيامه ولا صيام شيء منه معين ولا في قيام ليلة مخصوصة فيه حديث صحيح يصلح للحجة
“Tidak
ada satu hadits shahih pun yang yang dapat dijadikan hujjah tentang keutamaan
bulan Rajab, tidak puasanya, tidak pula puasa khusus di hari tertentu dan tidak
pula sholat malam di malam yang khusus.” [Tabyiinul 'Ajab Fiimaa Warada Fii Fadhaa-ili Rajab hal.11]
Beliau
juga berkata,
وذكر بعض القصاص أن الإسراء كان
في رجب، قال: وذلك كذب
"Dan
sebagian tukang dongeng telah menyebutkan bahwa peristiwa Isra' terjadi di
bulan Rajab. Beliau berkata: Dan itu adalah dusta." [Tabyiinul 'Ajab Fiimaa Warada Fii Fadhaa-ili Rajab hal.11]
Imam
An-Nawawi رَحِمَهُ
اللهُ berkata,
الصلاة المعروفة بصلاة الرغائب
وهي ثنتى عشرة ركعة تصلي بين المغرب والعشاء ليلة أول جمعة في رجب وصلاة ليلة نصف
شعبان مائة ركعة وهاتان الصلاتان بدعتان ومنكران قبيحتان
“Sholat
yang dikenal dengan nama sholat roghoib, yaitu sholat 12 raka’at antara Maghrib
dan Isya pada malam Jum’at pertama bulan Rajab, demikian pula sholat malam
nishfu Sya’ban sebanyak 100 raka’at, maka dua sholat ini adalah bid’ah yang
mungkar lagi jelek.” [Al-Majmu’ Syarhul
Muhadzdzab, 4/56]
والله تعالى أعلم بالحق والصواب
Referensi:
1. Ustadz Abu Abdillah pada laman www.salafy.or.id
2. Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray
pada WAG Taawundakwah.com [L28] yang dinukil dari https://web.facebook.com/sofyanruray.info/videos/263739184555370/
3. Ustadz Ammi Nur Baits pada laman https://konsultasisyariah.com/11545-hadis-dhaif-lemah-seputar-rajab.html
4. Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
pada laman https://almanhaj.or.id/1523-hadits-hadits-palsu-tentang-keutamaan-shalat-dan-puasa-di-bulan-rajab.html
Komentar
Posting Komentar