Dinamakan Zam-zam karena air
dari sumur di Mekkah
dekat Ka’bah itu sangat berlimpah
dan tak pernah habis. Tentu awal air ini berasal dari galian malaikat Jibril عليه السلام melalui hentakan
kaki Ismail putra Ibrahim saat bersama Hajar, ibunya.
Nama lain Zam-Zam antara lain yakni barrah
(kebaikan), madhmunah (yang berharga), taktumu (yang tersembunyi), hazmah
Jibril (galian Jibril), syifa` suqim (obat penyakit), tha’amu tu’im (makanan),
syarabul abrar (minuman orang-orang baik), thayyibah (yang baik). [Lihat al
Mutli` ‘ala Abwabul-Fiqh karya Abu Fath al Ba’li, 1/200]
Rasulullah
ﷺ bersabda,
خَيْرُ مَاءٍ عَلَى وَجْهِ
الأَرْضِ مَاءُ زَمْزَمَ
"Sebaik-baiknya air
yang ada di muka bumi adalah air zam-zam." [HR. Al Faakihi dalam Akhbaarul Makkah No.1106, Thabrani No.11.167,
dan ad Dhiaa dalam al Ahaadits al
Mukhtaroh No.137]
Kata
Al Mundziri رَحِمَهُ اللهُ dalam at targhib wat Tarhib [II:200]: “Seluruh
perawinya terpercaya“. Kata Al Albani رَحِمَهُ
اللهُ dalam Shahih at Targhib
[1161]: “Hasan“, sementara dalam Shahihul
Jaami’ [3322] beliau menilainya: “Shahih“.
Selain
itu, keutamaan air zam-zam juga dijelaskan pada sabda Rasulullah ﷺ,
إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ
“Sesungguhnya air
zam-zam adalah air yang terdapat keberkahan di dalamnya.“ [HSR. Muslim No.2437]
Dalam
riwayat lain terdapat tambahan bahwa air zam-zam juga mengenyangkan sebagaimana
sabda Rasulullah ﷺ,
إِنَّهَا مُبَارَكَةٌ إِنَّهَا
طَعَامُ طُعْمٍ
“Sesungguhnya
air zam-zam adalah air yang diberkahi, air
tersebut adalah makanan yang mengenyangkan.” [HR. Muslim No.4520]
Selain
merupakan air terbaik dan mengandung keberkahan, air zam-zam memiliki banyak
khasiat tergantung dari niat si peminumnya dan mata airnya bersumber dari
galian Malaikat Jibril عليه السلام.
Rasulullah
ﷺ bersabda,
ماءُ زمزمَ لما شُرِب له
“Air zam-zam itu sesuai
dengan niat orang yang meminumnya." [HR. Daruquthni No.2772, Thabrani dalam al Ausath No.849, dan Ahmad No.14.320. Syaikh
Al Albani telah menshahihahkan sanadnya dalam as Shahihah 1123]
Imam
Mujaahid رَحِمَهُ اللهُ berkata mengenai
hadits di atas,
إن شربتَه تستشفي شفاك اللهُ
وإن شربتَه لشِبَعِك أشبعك اللهُ وإن شربتَه لقطعِ ظمَئِك قطعه اللهُ
"Bila
engkau meminumnya dengan niat sebagai obat, maka semoga Allah menyembuhkanmu.
Jika engkau meminumnya dengan maksud agar dikenyangkan, maka Allah akan
mengeyangkanmu. Bila engkau meminumnya dengan niat untuk menghilangkan rasa
dahagamu, maka semoga Allah akan menghilangkan rasa dahagamu.
وهي هزمةُ جبرائيلَ عليه
السَّلامُ وسُقيا اللهِ إسماعيلَ عليه السَّلامُ
Air
zam-zam adalah (bersumber dari) galian (malaikat) Jibril ‘alaihis sallam dan
curahan minum dari Allah kepada Ismail.”
Menurut
Syaikh Al Albani رَحِمَهُ اللهُ, “Mauquf sampai
Mujaahid رَحِمَهُ اللهُ (tabi’in), (tak
sampai bersambung ke Nabi ﷺ -pent) dengan sanad yang shahih.“ [Izaalah ad Dahsyi 114]
Syaikh
Dr. Nashir bin Abdurrahman bin Muhammad Al-Juda’i berkata,
“Sejumlah
ulama besar dan lainnya telah meminum air zamzam untuk tujuan (maksud) yang
berbeda-beda. Seperti ilmu yang bermanfaat, menghapal hadits, bagusnya tulisan,
sembuh dari sebagian penyakit, mengetahui suatu kegemaran semisal memanah,
penangkal dahaga pada hari kiamat, atau manfaat-manfaat agama dan duniawi
lainnya. Maka tercapailah apa yang mereka niatkan dan yang mereka maksudkan,
sebagaimana yang dinukil dari sebagian mereka.
Dan kita berharap tercapainya tujuan di akhirat, seperti orang yang
meminumnya sebagai penangkal dahaga pada hari kiamat.” [At-Tabarruk
Anwaa’uhu wa Ahkaamuhu, hal. 285]
Ibnul Mubarok رَحِمَهُ
اللهُ, seorang ulama ahli hadis zaman Tabi’ut Tabiin,
ketika minum air zam-zam, beliau berdoa,
اللهم إن رسول الله صلى الله
عليه وسلم قال : ماء زمزم لما شرب له ”
فاللهم إني أشربه لعطش يوم القيامة
“Ya
Allah, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Air zam-zam, berkhasiat sesuai niat ketika
minum.’ Karena itu ya Allah, aku minum ini agar tidak kehausan di hari
kiamat.” [Mu’jam Ibnul Muqri’, 364]
Imam
Hakim an-Naisaburi رَحِمَهُ اللهُ, penulis kitab Mustadrak ‘ala Shahihain. Beliau mengatakan,
شربت ماء زمزم وسألت الله أن
يرزقنى حسن التصنيف
“Saya
minum air zam-zam dan saya memohon kepada Allah agar Dia memberiku bisa
menghasilkan karya yang bagus.”
Imam
as-Suyuthi رَحِمَهُ اللهُ bercerita bahwa
al-Hafidz Ibnu Hajar رَحِمَهُ اللهُ pernah mengatakan,
شربت ماء زمزم لأصل إلى مرتبة
الذهبي في الحفظ
“Aku
minum air zam-zam agar bisa memiliki kekuatan hafalan seperti ad-Dzahabi.”
Imam
as-Suyuthi رَحِمَهُ اللهُ mengisahkan,
فبلغها وزاد عليها
“Beliaupun
memiliki tingkat hafalan seperti itu dan bahkan ditambah lagi oleh Allah.” [Thabaqat al-Huffadz, 1/109]
Bercerita
Ibnul Qoyim رَحِمَهُ اللهُ,
وقد جربت أنا وغيري من
الاستشفاء بماء زمزم أموراً عجيبة واستشفيت به من عدة أمراض فبرأت بإذن الله
“Saya
dan teman-teman saya telah berulang kali mencoba berobat dengan air zam-zam,
dan kami mendapatkan hasil yang luar biasa. Saya mengobati berbagai penyakit
dan saya bisa sembuh dengan izin Allah.” [Zaadul
Ma’ad, 4/319]
Air
zam-zam juga berfungsi sebagai obat dari penyakit. Sebagaimana sabda Rasulullah
ﷺ,
زَمْزَمُ طَعَمُ طُعْمٍ،
وَشِفَاءُ سُقْمٍ
“Air zam-zam adalah
makanan dari segala makanan dan obat dari penyakit.“ [HR. Al Bazaar No.3929, kata Al
Hafizh dalam al Muthalib al ‘Aliyah
[VII:137]: “Shahih“, kata Syaikh Al Albani dalam Shahih at Targhib wa Tarhib [1162]: “Shahih“]
Rasulullah
ﷺ juga bersabda,
إِنَّ الْحُمَى مِنْ فَيْحِ
جَهَنَّمَ، فَأَبْرِدُوْهَا بِمَاءٍ زَمْزَمَ
“Sesungguhnya penyakit
demam itu termasuk dari panasnya Api Neraka Jahannam. Maka (pengobatannya
-pent) dinginkanlah dengan air zam-zam.“ [HSR. Bukhari No.3261, Ibnu Hibban No.6068. Mengenai
hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban tersebut menurut al Arna’uth dalam Takhrij Shahih Ibnu Hibban [6068]:
“Shahih atas syarat Bukhari dan Muslim"]
Dari
hadits Aisyah رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا , beliau bercerita,
يَحْمِلُ مَاَء زَمْزَمَ فِي
الأَدَاوَى وَالقِرَبِ، وَكَانَ يَصُبُّ عَلَى المَرْضَى وَيَسْقِيهِم
"Rasulullah
ﷺ membawa air
zam-zam di dalam kantong-kantong air (yang terbuat dari kulit). Beliau
menuangkan/membasuhkan dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit."
[HR. Bukhari dalam Taarikhul Kabir
639. Kata Syaikh Al Albani dalam as
Shahihah [883]: “Shahih“]
Berkata
Imam Ibnul ‘Arobi رَحِمَهُ اللهُ,
وهذا موجود فيه إلى يوم القيامة
لمن صحة نيته، وسلمت طويته، ولم يكن به مكذبا، ولا يشربه مجربا، فإن الله مع المتوكلين،
وهو يفضح المجربين
“(Manfaat
dari minum air zam-zam) ini akan ada padanya hingga hari kiamat bagi siapapun
yang benar-benar lurus/yakin niatnya, lurus hati nuraninya, tidak berdusta
padanya, dan tidak meminumnya hanya sekedar coba-coba. Karena Allah bersama
orang-orang yang bertawakkal, dan Allah akan membuka aib bagi orang yang
meminumnya hanya coba-coba." [Al
Jaami’ li Ahkaamil Qur’an IX:370]
والله تعالى أعلم بالحق والصواب
Referensi:
1.
Ustadz
Berik Said pada laman http://dakwahmanhajsalaf.com/2019/06/jangan-remehkan-fadhilah-khasiat-air-zam-zam-biidznillah.html
2. Ustadz
Muhammad Abduh Tuasikal pada laman https://rumaysho.com/582-khasiat-air-zam-zam.html
3. Ustadz
dr. M Saifudin Hakim, M.Sc., Ph.D pada laman https://muslim.or.id/32169-keutamaan-dan-keistimewaan-air-zamzam-02.html
4. Ustadz
Mu’tashim pada laman https://almanhaj.or.id/2581-keistimewaan-air-zam-zam.html
5. Ustadz
Ammi Nur Baits pada laman https://konsultasisyariah.com/25692-khasiat-zam-zam-sesuai-niat-yang-minum.html
Komentar
Posting Komentar