Hukum Bekam dan Pembekam


Bekam merupakan salah satu metode pengobatan dengan jalan mengeluarkan racun (toksin) dalam darah melalui alat semacam pompa untuk menyedot toksin tersebut.

Rasulullah pernah melakukan bekam sebagaimana hadis dari Ibnu Abbas ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, beliau mengatakan,

احْتَجَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَعْطَى الَّذِي حَجَمَهُ، وَلَوْ كَانَ حَرَامًا لَمْ يُعْطِهِ

“Nabi berbekam dan memberi upah kepada tukang bekam. Andai itu haram, tentu beliau tidak akan memberi upah.” [HR. Ahmad No.2904 dan Bukhari No.2103]

Dalam hadis lainnya, dari Ibnu Umar ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ, beliau bercerita,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا حَجَّامًا فَحَجَمَهُ وَسَأَلَهُ: كَمْ خَرَاجُكَ؟ فَقَالَ: ثَلاَثَة آصُعٍ، فَوَضَعَ عَنْهُ صَاعًا وَأَعْطَاهُ أَجْرَهُ

“Nabi memanggil tukang bekam, lalu dia membekam beliau. Nabi s bertanya, ‘Berapa upahmu?’

‘Tiga sha’.’ Jawab tukang bekam.

Lalu beliau memberikan satu sha’ dan beliau berikan upahnya.” [HR. Ahmad No.1136 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth]

Pada hadis dari Ali رضي الله عنه, beliau berkata,

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْتَجَمَ وَأَمَرَنِي فَأَعْطَيْتُ الْحَجَّامَ أَجْرَهُ

“Bahwa Nabi berbekam dan beliau perintahkan aku untuk memberikan upah kepada tukang bekamnya.” [HR. Ahmad No.1130, Ibnu Majah No.2163 dan dihasankan Syuaib al-Arnauth]

Hadis berikutnya adalah dari Anas bin Malik رضي الله عنه, beliau bercerita,

احْتَجَمَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَجَمَهُ أَبُو طَيْبَةَ فَأَمَرَ لَهُ بِصَاعَيْنِ مِنْ طَعَامٍ

“Rasulullah dibekam oleh Abu Thaibah, lalu beliau perintahkan agar diberi upah 2 sha’ makanan.” [HR. Ahmad No.12785 dan Muslim No.4121]

Namun, terdapat beberapa hadits yang mengindikasikan bahwa pekerjaan sebagai pembekam adalah pekerjaan yang tercela. Sebagaimana hadits Rafi’ bin Khadij رضي الله عنه, bahwa Rasulullah bersabda,

كَسْبُ الْحَجَّامِ خَبِيثٌ

“Upah tukang bekam itu jelek.” [HR. Ahmad No.15812, Abu Dawud No.3423. Dishahihkan Syuaib al-Arnauth]

Begitupula dengan hadits Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amr رضي الله عنه,

نَهَى رَسُوْلُ اللهِ عَنْ كَسْبِ الْحَجَّامِ

“Rasulullah melarang dari penghasilan praktisi bekam.” [HR. Ibnu Majah. Syaikh al-Albani dalam Shahih Ibni Majah No.Sunan: 2195, berkata: Shahih]

(*) Kesimpulan:
Dari hadits-hadits di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa hukum bekam adalah mubah dan pekerjaan sebagai pembekam adalah halal. Namun untuk menjadi praktisi atau pembekam sebaiknya tidak mengambil keuntungan secara berlebihan atau hanya sekedarnya saja [Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin dalam Liqo’at Al Bab Al Maftuh, 213/14]

والله تعالى أعلم بالحق والصواب

Referensi:
1. Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal pada laman https://konsultasisyariah.com/29311-upah-tukang-bekam-haram.html
2.  Ustadz Abu Abdillah Muhammad as-Sarbini pada laman https://asysyariah.com/hukum-penghasilan-praktisi-bekam/
3.   https://pengusahamuslim.com/710-hukum-meminta-upah-bekam.html
4. Ustadz Abul Aswad al Bayati pada laman https://bimbinganislam.com/usaha-bekam-seburuk-buruk-pendapatan/

Komentar