Pertanyaan:
Kapankah waktu yang dianjurkan untuk berdiri
ketika iqamat dikumandangkan?
Jawaban:
Sebenarnya tidak ada dalil yang menunjukkan
kapan waktu berdiri yang utama ketika iqamat dikumandangkan.
1.
Ada yang mengatakan
saat terbaik makmum berdiri adalah saat orang yang iqamat sampai pada kalimat qadqamatis
shalaah. Mereka berdalil dengan atsar,
عَنِ الْحَسَنِ، «أَنَّهُ كَرِهَ أَنْ يَقُومَ
الْإِمَامُ حَتَّى يَقُولَ الْمُؤَذِّنُ قَدْ قَامَتِ الصَّلَاةُ»
Dari al Hasan رَحِمَهُ
اللهُ berkata:
"bahwasanya beliau tidak menyukai berdirinya imam (saat iqamat
didengungkan) hingga mu’adzin mengucapkan qadqaamatis shalaah." [Mushannaf
Ibnu Abi Syaibah 4122]
Ini adalah juga pendapatnya Anas bin Malik,
Ibnul Mubaarik, Zafir, Imam Ahmad, dan Ishaq رَحِمَهُ
اللهُ. Demikian kata Ibnu
Rajab al Hanbali رَحِمَهُ اللهُ dalam Syarah beliau atas Shahih Bukhari V:418. Ini juga
pendapat dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma [al Istidkaar IV:56 dan lain-lain]
2.
Ada yang berpendapat
saat mu’adzin mulai melantunkan iqamat di awal iqamatnya (yakni tatkala membaca
iqamat di redaksi awal Allahu akbar Allahu akbar).
Umar bin Abdil Aziz Ibnu Syihab رَحِمَهُ اللهُ
mengatakan.
إن الناس كانوا ساعة يقول المؤذن الله أكبر
يقومون إلى الصلاة
"Adalah para manusia (kaum salaf)
saat mu’adzin (dalam iqamatnya) mendengungkan Allahu akbar, maka
mulailah mereka berdiri menuju shalat". [at Tamhid, karya Ibnu
‘Abdil Barr IX:192]
Ini adalah pendapat dari Umar bin Abdil Aziz,
Muhammad bin Ka’ab al Qurazhi, Abi Qilabah, dan lain-lain.
3.
Pendapat ketiga
adalah tidak adanya batasan kapan berdiri saat iqamat. Sebagaiamana ucapan Imam
Malik رَحِمَهُ اللهُ,
وَأَمَّا قِيَامُ النَّاسِ، حِينَ تُقَامُ
الصَّلاَةُ، فَإِنِّي لَمْ أَسْمَعْ فِي ذلِكَ بِحَدٍّ يُقَامُ لَهُ. إِلاَّ
أَنِّي أَرَى ذلِكَ عَلَى قَدْرِ طَاقَةِ النَّاسِ
“Adapun masalah kapan para jama’ah
berdiri saat iqamat, maka saya (Imam Malik) belum pernah mendengar ada batasan
khusus dalam masalah itu. Karenanya saya berpendirian hal itu bergantung pada
kemampuan setiap orang." [al Muwaththa 226]
Syaikh bin Baaz رَحِمَهُ
اللهُ berfatwa,
ليس في القيام للصلاة وقت الإقامة وقت محدد في
الشرع المطهر، بل يجوز للمأموم أن يقوم إلى الصلاة في أول الإقامة، أو في أثنائها،
أو في آخرها،
“Dalam syari’at yang suci ini tak ada
ketetapan waktu spesifik yang memberi batasan kapan waktu berdiri saat iqamat
mulai didengungkan. Bahkan boleh bagi makmum berdiri untuk shalat ketika
dipermulaan iqamat, pertengahan maupun di akhirnya".
الأمر واسع في ذلك، ولا أعلم دليلاً شرعياً يقتضي
تخصيص وقت لقيام المأمومين عند سماع الإقامة، ومن قال من الفقهاء أنه يشرع القيام
عند قول المؤذن “قد قامت الصلاة” لا أعلم له دليلاً في ذلك
Dalam perkara ini ada keleluasaan. Dan
aku tidak mengetahui ada sebarang dalil syar’i pun yang mengkhususkan waktu
berdirinya makmum saat mendengar iqamat. Dan barangsiapa yang mengambil
pendapat dari perkataan para fuqaha bahwasanya disyari’atkan berdiri itu ketika
mu'adzin melantunkan qadqaamatis shalaah, maka aku tak mengetahui darimana sumber
dalil tersebut."
Kesimpulan: Yang rajih in
syaa Allah adalah tidak adanya waktu tertentu kapan berdiri saat iqamat
(bebas).
والله أعلمُ بالـصـواب
Referensi:
1.
https://www.binbaz.org.sa/fatawa/2431
2.
http://dakwahmanhajsalaf.com/2019/03/adakah-waktu-utama-mamum-dan-imam-berdiri-saat-iqomat.html
Komentar
Posting Komentar