Pertanyaan:
Berapakah jumlah malaikat-malaikat Allah ﷻ?
Jawaban:
Dalam rukun iman, seorang muslim wajib mengimani
malaikat yang diciptakan Allah ﷻ untuk beribadah dan taat kepada-Nya serta tidak memiliki nafsu. Mengenai
jumlah malaikat, tak ada yang tahu selain Allah ﷻ. Sebagaimana Allah ﷻ berfirman,
…وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا
هُوَ…
“ … Dan tidak ada yang mengetahui tentara
Tuhanmu (para malaikat) melainkan Dia sendiri…” [QS. Al-Muddassir(74): 31]
Menafsirkan ayat di atas, maka berkata Imam al-Qurthubi
رَحِمَهُ
اللهُ,
وما يدري عدد ملائكة ربك الذين خلقهم لتعذيب أهل النار إلا هو أي إلا
الله جل ثناؤه
"Tidak ada yang tahu jumlah malaikat
Tuhanmu, yang Dia ciptakan untuk menyiksa penghuni neraka kecuali Dia, yaitu
Allah Ta’ala". [Tafsir Al-Qurthubi XIX:82]
Meski begitu, terdapat dalil shahih yang
memberitahukan kepada kita mengenai jumlah malaikat sesuai dengan tugasnya,
yakni:
1.
Firman Allah ﷻ,
وَمَا أَدْرَاكَ مَا سَقَرُ . لَا
تُبْقِي وَلَا تَذَرُ . لَوَّاحَةٌ لِلْبَشَرِ . عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ
“Tahukah kamu apakah (neraka) Saqar itu? Saqar
itu tidak meninggalkan dan tidak membiarkan. (Neraka Saqar) adalah
pembakar kulit manusia. Dan di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga).” [QS. Al-Muddatsir(74): 27-30]
2.
Hadits langit
merintih,
Dari Abu Dzar رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda,
إِنِّي أَرَى مَا لَا
تَرَوْنَ، وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ أَطَّتِ السَّمَاءُ، وَحُقَّ لَهَا أَنْ
تَئِطَّ مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ
جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ، وَاللَّهِ لَوْ تَعْلَمُونَ مَا أَعْلَمُ لَضَحِكْتُمْ
قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا
“Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian
lihat, aku mendengar sesuatu yang tidak kalian dengar. Langit merintih… dan
layak baginya untuk merintih. Tidak ada satu ruang selebar 4 jari, kecuali di
sana ada malaikat yang sedang meletakkan dahinya, bersujud kepada Allah. Demi
Allah, andaikan kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscaya kalian akan
sedikit tertawa dan sering menangis…” [HR. Ahmad 21516, Turmudzi 2312,
Abdurrazaq dalam Mushanaf 17934. Hadis ini dinilai hasan lighairihi
oleh Syuaib Al-Arnauth]
3.
Hadits Baitul Ma’mur.
Saat Nabi kita ﷺ dimi’rajkan, maka
di antaranya beliau ditunjukkan suatu tempat ibadah yang namanya Baitul ma'mur.
Beliau ﷺ bercerita,
فَرُفِعَ لِي البَيْتُ المَعْمُورُ، فَسَأَلْتُ
جِبْرِيلَ، فَقَالَ: هَذَا البَيْتُ المَعْمُورُ يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ
سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا
عَلَيْهِمْ
“Kemudian ditunjukkan kepadaku baitul
ma’mur. Akupun bertanya kepada Jibril, beliau menjawab, ‘Ini Baitul Ma’mur,
setiap hari ada 70.000 malaikat yang shalat di dalamnya. Setelah mereka keluar,
mereka tidak akan kembali lagi, dan itu menjadi kesempatan terakhir baginya‘.” [HR. Bukhari No.3207, Muslim No.164, Ahmad No.17.380,
Nasa’i No.448, Ibnu Khuzaimah No.301]
Bisa dibayangkan betapa banyak jumlahnya jika
tiap hari selalu masuk 70.000 malaikat tanpa pernah keluar. اَللّهُ اَكْبَرُ
4.
Rasulullah ﷺ bersabda,
مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا
وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ
"Tidak ada satu ruang selebar empat
jari, kecuali di sana ada malaikat yang sedang meletakkan dahinya bersujud
kepada Allah." [HR. Turmudzi No.2312, Ibnu Majah
No.3397, Ahmad No.21.0005, Baihaqi No.12.967].
Kata al Haafizh Ibnu Hajar al-Asqalani رَحِمَهُ اللهُ dalam Takhrij Misykaatul Mashabih
V:71: "hasan“. Kata Ibnul Arabi رَحِمَهُ
اللهُ dalam ‘Aaridhatul Ahwaadzi V:152: “shahih“. Kata Syaikh al-Albani
رَحِمَهُ اللهُ dalam Shahih al Jaami’ 2449:
“hasan“.
5.
Nabi ﷺ bersabda:
يُؤْتَى بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ لَها سَبْعُوْنَ
أَلْفِ زَمامٍ، مَعَ كُلِّ زَمامٍ سَبْعُوْنَ أَلْفِ مَلَكٍ يَجُرُّوْنَها
“Jahannam akan didatangkan pada hari itu
dan jahannam itu memiliki 70.000 tali kekang, yang setiap tali kekangnya
ditarik oleh 70.000 malaikat." [HR. Muslim No.2842]
Secara matematis, jumlah melaikat penarik
kekang neraka saja bisa dibayangkan, yakni 70.000 x 70.000 = 4,9 milyar. اَللّهُ اَكْبَرُ
6.
Setiap manusia akan
diiringi oleh 4 malaikat, dengan rincian:
a) Allah ﷻ mengutus seorang malaikat untuk mendampingi anak adam sejak awal
penciptaannya. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda,
وكَّل الله بالرحم
ملَكاً ، فيقول : أي رب نطفة ؟ أي رب علقة ؟ أي رب مضغة ؟ فإذا أراد الله أن يقضي
خلقها قال : أي رب ذكر أم أنثى ؟ أشقي أم سعيد ؟ فما الرزق ؟ فما الأجل ؟ فيكتب
كذلك في بطن أمه
“Allah mengutus pada setiap rahim seorang
malaikat, seraya berkata: Ya Allah, nutfah(air mani) ?, Ya Allah ‘Alaqah
(segumpal darah)?, Ya Allah Mudhghah (sekerat daging)?, dan jika Allah ingin
menyempurnakan penciptaan-Nya, malaikat tadi berkata: Ya Allah laki-laki atau
perempuan ?, Sengsara atau bahagia ?, Berapa rizekinya ?, Kapan ajalnya ?, maka
ia menulis hal tersebut di dalam perut ibunya.” [HR. Bukhari 6595 dan Muslim 2646, redaksi hadits di atas milik
Bukhari]
b) Menjaga keturunan adam.
سَوَاء مِّنكُم مَّنْ أَسَرَّ الْقَوْلَ وَمَن جَهَرَ بِهِ
وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِاللَّيْلِ وَسَارِبٌ بِالنَّهَارِ ۫ لَهُ مُعَقِّبَاتٌ
مِّن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللّهِ
“Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang
merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus-terang dengan ucapan itu, dan
siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang
hari. Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran,
di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah”. [QS. Ar Ra’du(13): 10-11]
c) Mencatat amal baik dan buruk.
ولقد خلقنا الإنسان
ونعلم ما توسوس به نفسه ونحن أقرب إليه من حبل الوريد ، إذ يتلقى المتلقيان عن
اليمين وعن الشمال قعيد ، ما يلفظ من قول إلا لديه رقيب عتيد
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan
manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat
kepadanya dari pada urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat
amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di
sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya
malaikat pengawas yang selalu hadir”. [QS. Qaff(50): 16-18]
Jumlah di atas belum dihitung dengan banyaknya malaikat
pemikul ‘Arsy, penjaga surga, neraka, penjaga gunung, pengatur awan dan hujan
dan sebagainya.
اَللّهُ اَكْبَرُ
والله
أعلمُ بالـصـواب
Referensi:
1.
Ustadz Berik Said
pada laman http://dakwahmanhajsalaf.com/2019/08/jumlah-malaikat-malaikat-allah.html
2.
Ustadz Ammi Nur
Baits pada laman https://konsultasisyariah.com/16512-berapa-jumlah-malaikat.html
3.
Syeikh Muhammad
Sholih Al-Munajjid pada https://islamqa.info/id/answers/6523/jumlah-malaikat-yang-menyertai-setiap-orang
Komentar
Posting Komentar