Hukum Plagiat

Oleh: Ustadz Abu Sa'id Neno Triyono حَفِظَهُ اللهُ

 

Rasulullah pernah bersabda, 

الْمُتَشَبِّعُ بِمَا لَمْ يُعْطَ كَلَابِسِ ثَوْبَيْ زُورٍ

“Orang yang menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak diberikan kepadanya, seperti orang yang memakai baju kepalsuan.” [HR. Muslim No.3972 via EH] 

Al-Imam al-Albani رَحِمَهُ اللهُ pernah ditanya dengan pertanyaan berikut : 

عن نقل كلام العلماء دون عزو لهم هل هذه سرقة أم لا ؟

“Menukil ucapan ulama tanpa menyandarkan kepadanya, apakah ini termasuk pencurian atau tidak?” 

Asy-Syaikh menjawab, 

نعم هو سرقة، ولا يجوز شرعاً، لأنه تشبّع بما لم يعط، وفيه تدليس وإيهام أن هذا الكلام أو التحقيق من كيسه وعلمه

“Betul, ini adalah pencurian, dan ini tidak boleh secara syar'i, karena berarti menampakkan sesuatu yang sebenarnya tidak diberikan kepadanya. Dalam hal ini ada penipuan dan pengelabuan bahwa ucapan tersebut atau penelitian tersebut berasal dari kecerdasan dan pengetahuannya (padahal itu karya orang lain).” 

والله أعلمُ بالـصـواب

[Faedah dari asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Hay sebagaimana kami nukil dari akun facebook ustadz Abu Said Neno Triyono]

Komentar