Melihat Allah dalam Mimpi

Soal:

Apakah mungkin seorang melihat Rabbnya atau mendengar suara-Nya dalam mimpi?". 

Jawab:

Adapun dilihatnya Allah dalam mimpi, ini adalah perkara yang luas, karena kejadiannya serupa dengan khayalan. Sebab Allah , sebagaimana dikatakan Nabi dalam hadits tentang Dajjaal, ketika Nabi mensifatinya, Beliau bersabda, 

إنه أعور وإن ربكم ليس بأعور

“Dajjaal itu buta (sebelah matanya), sedangkan Rabb kalian tidak buta.” 

Dalam Shahih Muslim, Nabi bersabda , 

وإن أحدكم لن يرى ربه حتى يموت

“Sesungguhnya kalian tidak akan melihat Rabbnya, sampai kalian meninggal dunia terlebih dulu.” 

Adapun mimpi, maka ini adalah khayalan, dinisbatkan kepada Imam Ahmad bahwa beliau bermimpi melihat Rabbnya berapa kali -wallahu a’lam kebenarannya. Adapun mendengar suara-Nya, maka ini juga mustahil, kecuali jika itu terjadi dalam khayalannya juga." 

Pembawa acara: (Mengenai) hadits, 

أتاني ربي بأحسن صورة

“Rabbku mendatangiku dalam bentuk yang paling baik." 

Asy-Syaikh: Hadits ini shahih, namun hal tersebut dalam mimpi.

Pembawa acara: Ya, dalam mimpi, oleh karenanya benarlah melihat Allah dalam mimpi.

Asy-Syaikh: Namun pertanyaanmu adalah umum, tidak mengatakan pengkhususan Rasulullah

Pembawa acara: Yakni hal ini khusus kepada Rasulullah ?

Asy-Syaikh: Betul

Pembawa acara: Ibnu Taimiyyah mengatakan bolehnya ini yakni seorang melihat Rabbnya dalam mimpi, berdalil dengan hadits ini dan Imam Ahmad melihat Rabbnya dalam mimpi.

Asy-Syaikh: Saya menjawabnya juga seperti itu, namun saya menyelisihi apa yang dinukil dari Ibnu Taimiyyah. Kami katakan, berdalil dengan hadits ini tidak benar, karena ini bukanlah umum, namun merupakan kekhususan Rasulullah . Tapi dilihat dari khayalan yang tidak memiliki batas, maka melihat Allah (sebagai khayalannya) dalam mimpi adalah perkara yang mungkin.

 

Sumber : Maushu’ah Al Albani fiil Aqidah (7/771-772) karya asy-Syaikh Syaadiy bin Muhammad bin Saalim Alu Nu’maan.

Penerjemah : Abu Sa'id Neno Triyono

Disalin dari akun facebook ustadz Abu Sa’id Neno Triyono حَفِظَهُ اللهُ

Komentar